internasional

Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza

Jumat, 9 Agustus 2024 | 14:23 WIB
Tiga negara termasuk AS undang Israel dan Hamas untuk negosiasi gencatan senjata di Gaza yang sebelumnya sempat tertunda. (Twitter.com/@IDF)

"Ada banyak hal yang harus dilakukan di sini," katanya.

Baca Juga: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dimakamkan di Doha Qatar

Ia sambil menunjuk risiko "serangan balasan" dari Iran atau salah satu proksinya.

"Selain itu, kita harus ingat bahwa Israel sekarang akan bernegosiasi dengan Yahya Sinwar, yang merupakan pemimpin politik baru Hamas," imbuh Salhut, mengacu pada pengganti Haniyeh.

"Ia dianggap garis keras. Benjamin Netanyahu dianggap garis keras. Ia telah melakukan negosiasi ini sebelumnya dengan beberapa hal yang tidak dapat dinegosiasikan dan telah menambahkannya ke dalam daftar itu," lanjutnya.

Namun, dalam pernyataan hari Kamis, Qatar, Mesir, dan AS mengatakan bahwa inilah saatnya untuk segera memberikan bantuan kepada rakyat Gaza yang telah lama menderita serta para sandera yang telah lama menderita dan keluarga mereka.

Baca Juga: Khalid Misyal Jadi Kandidat Kuat Pengganti Ismail Haniyeh, Isi Kursi Kepala Biro Politik Hamas

"Tidak ada lagi waktu yang terbuang atau alasan dari pihak mana pun untuk menunda lebih lanjut," kata negara-negara tersebut.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar.

Marwan Bishara, analis politik senior Timur Tengah, mengatakan pernyataan tersebut menunjukkan negara-negara yang menjadi penengah sudah kehabisan kesabaran.

"AS didorong untuk memberikan tekanan yang lebih besar karena ancaman perang regional yang lebih luas," jelas Bishara.***

Halaman:

Tags

Terkini