internasional

Menlu AS Antony Blinken Sebut Hamas Ajukan Revisi Gencatan Senjata di Gaza

Kamis, 13 Juni 2024 | 16:33 WIB
Menlu AS Antony Blinken sebut Hamas ajukan revisi proposal gencatan senjata di Gaza, ini respon dari gerakan Perlawanan Palestina. (Twitter.com/@SecBlinken)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa Hamas mengajukan revisi proposal gencatan senjata di Gaza.

Menurut Blinken, sejumlah revisi gencatan senjata di Gaza tersebut bisa diterima dan sebagian lainnya tidak.

Meskipun demikian, Blinken yang saat ini sedang melakukan lawatan ke Timur Tengah menegaskan bahwa negosiasi gencatan senjata antara Israel dan gerakan Perlawanan Palestina masih berlanjut.

"Hamas telah mengusulkan banyak perubahan pada proposal yang ada di atas meja. Kami membahas perubahan tersebut tadi malam dengan rekan-rekan Mesir, dan hari ini dengan perdana menteri," kata Antony Blinken pada 12 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Baca Juga: KTT Yordania: Indonesia Siap Evakuasi hingga Bangun Rumah Sakit Lapangan di Gaza

"Beberapa perubahan bisa dilaksanakan. Beberapa tidak," tambahnya.

Washington telah mengajukan rencana tersebut akhir bulan lalu, dengan mengatakan bahwa itu akan mengarah pada gencatan senjata yang 'berkelanjutan' di Gaza.

Hamas menyampaikan tanggapannya bersama dengan Jihad Islam Palestina pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai 'bertanggung jawab' dan 'positif'.

"Respons tersebut mengutamakan kepentingan rakyat Palestina, kebutuhan untuk menghentikan sepenuhnya agresi yang sedang berlangsung di Gaza, dan penarikan (pasukan Israel) dari seluruh Jalur Gaza," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Ketika Presiden AS Joe Biden mengumumkan proposal multifase tersebut pada tanggal 31 Mei, ia mengatakan bahwa proposal tersebut akan mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan penghentian permusuhan secara permanen.

Baca Juga: AFGHANISTAN : PUSAT PALAGAN BARU AL QAEDA ?

Perbedaan antara posisi Hamas dan proposal AS tidak jelas.

Pada hari Selasa, Blinken secara gamblang menyalahkan kelompok Palestina tersebut atas kegagalan mencapai kesepakatan.

"Ada kesepakatan yang diajukan yang hampir identik dengan proposal yang diajukan Hamas pada tanggal 6 Mei – sebuah kesepakatan yang didukung oleh seluruh dunia, sebuah kesepakatan yang diterima Israel. Dan Hamas dapat menjawab dengan satu kata: Ya," ujar Blinken.

Halaman:

Tags

Terkini