internasional

Pengamat Prediksi Hal Ini Jika Israel Maju Pertempuran Skala Penuh dengan Hizbullah

Selasa, 2 Januari 2024 | 14:35 WIB
Israel bakal alami hal tak terduga jika bertempur skala penuh dengan pasukan Hizbullah Lebanon sebagaimana disampaikan pengamat. (t.me/C_Military1)

Baca Juga: Ribuan Rumah Terputus Listrik Akibat Gempa Jepang, Begini Kesaksian dari Warga Setempat

Seperempat juta pemukim meninggalkan pemukiman di utara
Selama lebih dari 80 hari, pemukiman di utara berada dalam kegelisahan.

Mereka takut terhadap perang karena mereka memahami besarnya risiko yang ditimbulkannya, terutama setelah menyaksikan operasi Banjir Al Aqsa yang dilancarkan Perlawanan Palestina di Gaza.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Sabtu bahwa jumlah warga Israel yang mengungsi dari wilayah utara Palestina yang diduduki akibat operasi Hizbullah telah melebihi 230.000 orang.

Media Israel mengatakan bahwa ketakutan meningkat di kalangan pemukim di utara ketika Perlawanan di Lebanon terus melakukan operasi sehari-hari tanpa ada tanda-tanda bahwa mereka terhalang oleh tindakan apa pun yang diambil oleh tentara pendudukan.

Baca Juga: Benarkah Tujuan Pengungsi Rohingya untuk Menjajah Indonesia? Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Sebelumnya hari ini, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah mengatakan bahwa pendudukan Israel tidak dapat secara paksa melaksanakan pemulangan pemukim Israel dengan aman ke wilayah pendudukan utara, dekat perbatasan Palestina-Lebanon.

Pernyataan Syekh Naim Qassem ini muncul setelah menekankan bahwa 'Tidak mungkin lagi kembali' ke masa sebelum operasi Banjir Al-Aqsa yang dilakukan Perlawanan Palestina.

"Israel mengajukan banyak proposal mengenai Palestina yang diduduki di utara dan Lebanon selatan," kata Syekh Naim Qassem.

Ia menjelaskan bahwa entitas tersebut berusaha menyampaikan bahwa mereka memiliki 'pilihan' untuk memfasilitasi kembalinya wilayah utara dengan aman.

Baca Juga: Komandan Julid Fi Sabilillah Desak Pemerintah Larang Kargo Israel Berlabuh di Indonesia, Menhub Budi: Insya Allah

Israel tidak mendapatkan keuntungan apa pun dengan melanjutkan atau menghentikan konflik di utara, katanya, sambil menunjukkan bahwa pihak berwenang Israel harus terlebih dahulu menghentikan perang di Gaza, agar Perlawanan di Lebanon dapat menghentikan serangannya terhadap posisi Israel.

Dalam pernyataan penutupnya, pejabat tinggi tersebut menegaskan kembali bahwa kewajiban Hizbullah adalah mengakhiri entitas Israel dan pelanggaran yang terus-menerus.***

Halaman:

Tags

Terkini