SENAYANPOST - Seorang warga Israel dituntut di pengadilan gegara menyamar menjadi agen intelijen Shin Bet sekaligus mencuri senjata di tengah perang di Gaza, Palestina.
Jaksa Israel pada Minggu mengajukan tuntutan pidana terhadap seorang pria yang dituduh menyamar sebagai agen Shin Bet untuk bergabung dalam perang Gaza.
Dalam tuntutannya, jaksa juga menyebut bahwa pria ini mencuri amunisi dan berpose di garis depan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sebagaimana diketahui, Israel dikejutkan oleh serangan militan Hamas di lintas perbatasan pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: 147 Pengungsi Rohingya Tiba di Deli Serdang, Polres Pelabuhan Belawan Beberkan Kronologi
Pasukan keamanan termasuk Shin Bet seringkali mengorganisir diri mereka secara spontan di lapangan untuk mengusir para penyusup dan melancarkan serangan balasan.
Menurut dakwaan yang diajukan ke Pengadilan Distrik Tel Aviv, terdakwa yang bernama Roi Yifrah ini tidak pernah bertugas di militer Israel namun berhasil masuk ke zona perang dengan berpura-pura menjadi anggota unit tempur elit Shin Bet.
Sebagai tambahan informasi, Shin Bet adalah badan intelijen dalam negeri Israel.
TV Channel 12 yang berperingkat teratas menayangkan foto pria berusia 35 tahun itu, dengan perlengkapan tempur lengkap, berpose bersama tentara lain bersama Netanyahu di lokasi pendaratan helikopter.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Bersikeras Bakal Kuasai Perbatasan Gaza dan Mesir, Begini Kata Otoritas Palestina
Seorang pejabat Israel mengkonfirmasi bahwa Yifrah telah berfoto dengan Netanyahu, namun mengatakan bahwa perdana menteri tidak pernah mengambil risiko karena 'beberapa lapisan keamanan di lokasi tersebut'.
Kantor Perdana Menteri tidak segera membalas permintaan komentar.
Tipuan tersebut 'memfasilitasi akses (Yifrah) terhadap senjata api, amunisi dan peralatan militer dan polisi'.
Dakwaan tersebut menambahkan bahwa hasil curian yang ditemukan di rumah Yifrah termasuk senapan serbu, berbagai jenis peluru, granat asap dan sarungnya.