SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) bakal kirimkan koalisi 10 negara untuk mengamankan Laut Merah buntut serangan rudal dan drone Houthi Yaman terhadap kapal kontainer yang melintas.
10 negara tersebut di antaranya adalah Inggris, Prancis, Bahrain, dan Italia.
Inisiatif AS ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin.
"Negara-negara yang berupaya menjunjung prinsip dasar kebebasan navigasi harus bersatu untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh aktor non-negara ini," kata Llyod Austin pada 19 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Baca Juga: Prediksi One Piece 1102: Kilas Balik Monkey D Dragon hingga Portgas D Ace
Pasukan Houthi yang didukung Iran telah meningkatkan serangan terhadap kapal tanker, kapal kargo dan kapal lainnya di Laut Merah, membahayakan rute transit yang membawa hingga 12 persen perdagangan global.
Menurut Austin, ini adalah tantangan internasional yang membutuhkan tindakan bersama.
Apa yang dilakukan Houthi Yaman di Laut Merah bisa mengancam rantai perdagangan di Eropa dan Timur Tengah.
"Ini adalah tantangan internasional yang menuntut tindakan kolektif," ujarnya.
Baca Juga: Houthi Yaman Kembali Serang Dua Kapal Kontainer di Laut Merah
Dalam kesempatan itu, Austin mengumumkan operasi bersama untuk menangkal serangan Houthi.
"Oleh karena itu, hari ini saya mengumumkan pembentukan Operation Prosperity Guardian, sebuah inisiatif keamanan multinasional baru yang penting," ungkapnya.
Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol akan bergabung dengan AS dalam misi baru ini.
Beberapa negara akan melakukan patroli bersama sementara yang lain memberikan dukungan intelijen di wilayah selatan Laut Merah dan Teluk Aden.