SENAYANPOST - Anggota Politbiro Hamas, Osama Hamdan mengatakan bahwa penjajah Israel kini hanya memiliki tiga pilihan setelah 70 hari lebih membombardir Gaza.
Lebih lanjut, Osama Hamdan juga menekankan bagaimana penjajah Israel gagal mengevakuasi para sandera yang kini menjadi tahanan Hamas.
Baru-baru ini, Israel Defense Force (IDF) secara brutal menembak tiga tawanan Hamas yang tak lain adalah warga Israel.
Setelah insiden itu, warga Israel mengadakan demo besar-besaran di Tel Aviv menuntut agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur.
Selama dua bulan terakhir, Hamas dan kelompok pejuang Palestina lainnya mampu membuat IDF kewalahan.
"Perlawanan mampu menahan (serangan Israel) selama berbulan-bulan," kata Hamdan pada 18 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Hamdan juga membeberkan bahwa Israel kini hanya memiliki tiga pilihan.
"Pendudukan mempunyai pilihan-pilihan berikut: pilihan Shalit, pilihan tentara yang terbunuh, atau pilihan Ron Arad," lanjutnya.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Welcome to Samdalri Episode 6 Sub Indo Malam Ini di Netflix
Anggota Politbiro Hamas juga menjelaskan bahwa semua bisa dinegosiasikan.
Ia juga mengatakan bahwa Israel gagal mencapai tujuannya dalam operasi ini.
"Israel gagal mencapai semua tujuan mereka sepanjang pertempuran. Tidak ada yang tahu bagaimana Sinwar mengatur pertempuran," ujarnya.
Meskipun berbeda, pejabat Hamas tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat keselarasan yang utuh antara kepemimpinan Hamas dan kepemimpinan Brigade Al Qassam.