SENAYANPOST - Juru kamera dan jurnalis Al Jazeera, Samer Abu Daqqa menjadi korban serangan drone Israel dan menambah deretan wartawan yang tewas di Palestina.
Sebelumnya, Samer Abu Daqqa meliput di Khan Younis bersama Wael Al Dahdouh Kepala Biro Al Jazeera untuk Palestina meliput sebuah sekolah yang dijadikan tempat perlindungan.
Samer Abu Daqqa tidak bisa mendapatkan keselamatan atau perawatan medis setelah terluka dalam serangan di Sekolah Farhana di Khan Younis dan meninggal karena luka-lukanya sebelum ambulans diizinkan masuk ke daerah tersebut.
Baca Juga: Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya
Menindaklanjuti hal tersebut, Al Jazeera mengutuk keras serangan drone tersebut terlebih kepada jurnalis.
Ini jelas-jelas melanggar aturan hukum internasional.
Al Jazeera mengatakan drone Israel menembakkan rudal ke sekolah tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi rincian insiden tersebut.
Baca Juga: Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar.
"Setelah Samer terluka, dia dibiarkan mati kehabisan darah selama lebih dari lima jam, ketika pasukan Israel mencegah ambulans dan petugas penyelamat untuk mencapainya, sehingga tidak memberikan perawatan darurat yang sangat dibutuhkan," Al Jazeera mengatakan dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters pada 16 Desember 2023.
Para jurnalis tersebut melaporkan dari kota di selatan Gaza, yang menjadi pusat serangan darat Israel baru-baru ini.
Baca Juga: IDF Umumkan Hasil Percobaan Pompa Air Laut ke Terowongan Hamas, Bagaimana Nasib para Sandera?
Tiga pekerja penyelamat Gaza juga tewas dalam serangan di sekolah tersebut, kata departemen Pertahanan Sipil, bagian dari kementerian dalam negeri yang dikuasai Hamas.
Kepala koresponden Al Jazeera Wael Al Dahdouh terluka di tangannya dalam serangan itu tetapi berhasil mencapai rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan atas luka-lukanya.