Kedua pihak yang bertikai saling menyalahkan atas gagalnya gencatan senjata, di mana Hamas melepaskan sandera sebagai ganti tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Baca Juga: Israel Kecolongan atau Salah Perhitungan? Terungkap Rencana Hamas 'Tembok Jericho' Satu Tahun Lalu
Israel mengatakan pihaknya telah menarik kembali tim dari Qatar, tuan rumah perundingan tidak langsung dengan Hamas, dan menuduh faksi Palestina mengingkari kesepakatan untuk membebaskan semua perempuan dan anak-anak yang ditahannya.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia sedang menuju ke Qatar untuk mengupayakan gencatan senjata baru.
Namun Wakil Ketua Hamas mengatakan tidak ada tahanan yang akan ditukar dengan Israel kecuali ada gencatan senjata dan semua tahanan Palestina di Israel dibebaskan.
Baca Juga: Diplomat Israel Sebut PBB Antisemit, Buntut Iran Terpilih Jadi Ketua Forum Sosial: 100 Persen Bias!
Saleh Al-Arouri mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa sandera Israel yang ditahan oleh Hamas adalah tentara dan warga sipil yang sebelumnya bertugas di militer.
Namun Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Hamas melanggar komitmennya untuk membebaskan 17 perempuan dan anak-anak yang masih ditahan di Gaza.***