internasional

Korban Jiwa Terus Meningkat di Tengah Perang Israel dan Palestina, Wapres AS: Ini Sangat Menyedihkan

Minggu, 3 Desember 2023 | 13:13 WIB
Wakil Presiden AS Kamala Harris mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga sipil Gaza setelah Israel lontarkan serangan. (Twitter.com/@netanyahu)

SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) mulai mengingatkan sekutunya Israel terkait perang melawan Hamas di Gaza setelah ribuan orang menjadi korban.

Dari sekitar 15.000 orang korban jiwa, 70 persennya adalah anak-anak dan wanita, AS mulai menekan Israel untuk mencegah peningkatan korban jiwa lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, Israel langsung mengeskalasi serangannya ke Gaza setelah gencatan senjata dan pertukaran sandera dengan Hamas.

Baca Juga: Full Rekap Spoiler One Piece 1100: Terungkapnya Anggota CP8, Bartholomew Kuma Lakukan Ini untuk Bonney

Serangan tersebut makin menambah korban jiwa di pihak Palestina.

Ketika pasukan Israel menggempur daerah kantong tersebut menyusul gagalnya gencatan senjata sementara, Wakil Presiden AS Kamala Harris mengatakan terlalu banyak warga Palestina tak berdosa yang terbunuh di Gaza, dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menganggapnya sebagai 'tanggung jawab moral' bagi Israel untuk melindungi warga sipil.

Pernyataan para pejabat senior Amerika pada hari Sabtu memperkuat tekanan dari Washington agar Israel lebih berhati-hati ketika mereka mengalihkan fokus serangan militernya lebih jauh ke selatan di Jalur Gaza yang terkepung.

Baca Juga: Hamas Sebut Joe Biden dan Anthony Blinken Penjahat Perang: Pendukung Setia Israel

Dengan pertempuran baru yang memasuki hari ketiga, warga khawatir pemboman udara dan artileri hanyalah awal dari operasi darat Israel di jalur selatan yang akan menempatkan mereka di wilayah yang menyusut dan mungkin mencoba mendorong mereka menyeberang ke Mesir.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 193 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata selama seminggu berakhir pada hari Jumat, menambah lebih dari 15.000 warga Palestina tewas sejak dimulainya perang.

Israel telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas setelah serangan mereka pada 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang dan lebih dari 200 orang disandera.

Baca Juga: Israel Kecolongan atau Salah Perhitungan? Terungkap Rencana Hamas 'Tembok Jericho' Satu Tahun Lalu

Berbicara di Dubai, Harris mengatakan Israel mempunyai hak untuk membela diri, namun hukum internasional dan kemanusiaan harus dihormati dan 'terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh'.

"Sejujurnya, skala penderitaan warga sipil, serta gambar dan video yang berasal dari Gaza, sangat menyedihkan," kata Kamala Harris pada 3 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Halaman:

Tags

Terkini