SENAYANPOST - Setidaknya ada beberapa alasan mengapa tentara Israel atau IDF menyerang rumah sakit di Gaza, Palestina.
Menurut pengamat, ada alasan khusus tentara Israel menargetkan rumah sakit di Gaza, termasuk RS Indonesia di Beit Lahia.
Sebagaimana diketahui, tentara Israel mengklaim bahwa ada lorong bawah tanah di rumah sakit Gaza yang terhubung dengan markas kelompok militan Hamas.
Baru-baru ini, 12 orang dinyatakan tewas setelah serangan tentara Israel di RS Indonesia di Gaza yang menuai kutukan keras dari Pemerintah Indoensia.
Baca Juga: RS Indonesia di Gaza Dikepung Tentara Israel, Menlu Retno Marsudi Ungkap 3 WNI Hilang Kontak
Tapi itu hanyalah pusat medis terbaru yang menghadapi kemarahan tentara Israel.
Enam minggu setelah perang di Gaza, serangan Israel terhadap rumah sakit hampir menjadi motif konflik, meskipun kamp pengungsi, sekolah dan gereja juga tidak luput dari serangan tersebut.
Setidaknya 21 dari 35 rumah sakit di Gaza, termasuk pusat kanker di wilayah tersebut, tidak berfungsi sama sekali, dan yang lainnya rusak serta kekurangan obat-obatan dan pasokan penting.
Pada hari Minggu, 31 bayi prematur dievakuasi dari Rumah Sakit al-Shifa ke Rafah di selatan Jalur Gaza setelah berminggu-minggu diberi susu formula yang dicampur dengan air yang terkontaminasi.
Baca Juga: Jadwal Tayang Anime One Piece Episode 1085, Lengkap dengan Prediksi!
Tanpa inkubator yang mati karena kekurangan bahan bakar akibat pengepungan Israel yang hampir selesai. Setidaknya delapan bayi telah meninggal.
Pasukan Israel sebenarnya telah menduduki al-Shifa sejak pekan lalu setelah membombardir beberapa bagian rumah sakit.
Seperti rumah sakit lainnya di Gaza, al-Shifa melindungi ribuan warga sipil yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman Israel, selain pasien dan petugas medis.
Pada hari Jumat, militer Israel memperluas pendekatannya di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, di mana kendaraan lapis baja mengepung setidaknya empat rumah sakit.