SENAYANPOST - Sejak perang dengan Hamas meletus, militer Israel baru-baru ini mengizinkan warga Gaza untuk mengungsi ke daerah selatan.
Sementara itu, pasukan Israel akan meningkatkan eskalasi dengan terus menggempur kelompok militan Hamas yang telah mengirim ribuan roket beberapa waktu lalu di Jalur Gaza.
Diketahui, ribuan orang di Gaza telah mengungsi untuk menghindari serangan antara Israel dan Hamas.
Baca Juga: Loki Season 2: Ternyata Ini Alasan 'God of Mischief' Serang The Avengers di Bumi 11 Tahun Lalu
Buntut dari serangan Hamas yang mengejutkan, Israel telah bersumpah untuk memusnahkan kelompok militan itu setelah para pejuangnya mengamuk di kota-kota Israel dengan menembak pria, wanita dan anak-anak serta menyandera dalam serangan terburuk terhadap warga sipil dalam sejarah negara itu.
Sekitar 1.300 orang tewas dalam serangan tak terduga tersebut, dan rekaman video ponsel serta laporan dari layanan medis dan darurat mengenai kekejaman di kota-kota dan kibbutz yang dikuasai Israel semakin memperdalam rasa terkejut negara Zionis itu.
Israel menanggapinya dengan melakukan pemboman paling hebat yang pernah terjadi di Gaza, menjadikan daerah kantong kecil tersebut, rumah bagi 2,3 juta warga Palestina, berada di bawah pengepungan total dan menghancurkan sebagian besar infrastrukturnya.
Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1079 Sub Indo, Kru Topi Jerami Rayakan Kemenangan Atas Kaido!
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Reuters, pihak berwenang Gaza mengatakan lebih dari 2.300 orang tewas, seperempat di antaranya anak-anak, dan hampir 10.000 orang terluka.
Petugas penyelamat mati-matian mencari korban yang selamat dari serangan udara malam hari. Satu juta orang dilaporkan meninggalkan rumah mereka.
Kunjungan AS ke Wilayah Konflik
Baca Juga: Aaliyah Massaid Ngebet Nikah Muda, Mantap dengan Thariq Halilintar?
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di wilayah tersebut untuk berupaya mengamankan pembebasan 126 sandera yang menurut Israel dibawa oleh Hamas kembali ke Gaza, dan mencegah perang meluas.
Blinken mengatakan dia mengadakan pertemuan 'sangat produktif' dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh pada hari Minggu dan kemudian dijadwalkan melakukan perjalanan ke Mesir, yang penyeberangan Rafanya sekarang dipandang sebagai pintu gerbang utama bantuan untuk mencapai Gaza.