Zalenky Sebut Rusia Tak Berdaya Hadapi Serangan Tentara Bayaran Wagner

photo author
Risma P., Senayan Post
- Minggu, 25 Juni 2023 | 07:36 WIB
Presiden Ukraina tanggapi serangan tentara bayaran Wagner ke Rusia
Presiden Ukraina tanggapi serangan tentara bayaran Wagner ke Rusia

SENAYAN POST - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan tanggapannya terkait pemberontakan tentara bayaran Wagner yang menyerbu Rusia.

Zelensky menyatakan bahwa Rusia tidak dapat mengendalikan situasi.

Dia menggambarkannya sebagai kekacauan yang tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa Siap Jadi Ketua Timses Ganjar Pranowo? Ini Kata PDI Perjuangan

"Hari ini dunia dapat melihat bahwa penguasa Rusia tidak bisa mengendalikan apa pun. Dan itu tidak berarti apa-apa. Benar-benar kekacauan. Tidak ada prediktabilitas," kata Volodymyr Zelensky lewat sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Sabtu (24/6/2023) waktu setempat

Zelensky menegaskan bahwa Ukraina akan mempertahankan selalu mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Dia juga mengingatkan Putin bahwa semakin lama pasukan Rusia berada di Ukraina, semakin banyak kehancuran yang akan mereka timbulkan.

Baca Juga: Pemerintah Rumuskan Tiga Langkah Terkait Ponpes Al Zaytun, Mahfud MD Singgung soal Dugaan Tindak Pidana

Selain itu, dia menyebut bahwa semakin lama Putin berkuasa, semakin banyak bencana yang akan terjadi.

"Semakin lama pasukan Anda bertahan di tanah Ukraina, semakin banyak kehancuran yang akan mereka bawa ke Rusia," tambahnya.

"Semakin laam orang ini berada di Kremlin, semakin banyak bencana yang akan terjadi," tutup Zelensky.

Baca Juga: 25.000 Tentara Wagner Group Siap Mati, Belot Pasukan Vladimir Putin di Perang Rusia Ukraina

Konflik Rusia vs Wagner disinyalir dimulai setelah Yevgeny Prigozhin, bos tentara bayaran, menuduh pasukan Rusia menyerang kamp Wagner.

Dampak serangan ini, banyak anggota Wagner yang dilaporkan tewas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Risma P.

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X