RAHIM : Ketua PSSI Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Yang Baik

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 25 Maret 2023 | 23:06 WIB

“Banyak orang menolak Timnas Israel karena memandang Israel sebagai penjajah. Kita harus mendefinisikan apa sebenarnya yang disebut negara penjajah. Setahu saya negara penjajah adalah negara yang menduduki negara lain, mengeksploitasi seluruh aset dan kekayaan alamnya, dan bahkan memperbudak bangsa pribumi di negara itu. Di sini kita harus lihat konteksnya antara Israel dan Palestina. Israel tidak menjajah Palestina, ini murni konflik antarnegara, karena Israel tidak pernah mengeksploitasi kekayaan Palestina. Di sini kita harus bersikap adil. Dalam konflik antara Israel dan Palestina, banyak yang membela Palestina, dengan alasan Israel menjajah Palestina. Tetapi dalam pertikaian antara Rusia dan Ukraina, banyak yang lebih pro Rusia. Padahal Rusia yang menyerang Ukraina. Kasus Muslim Rohingya di Myanmar, kenapa Timnas Myanmar yang berlaga di Indonesia tidak diboikot? Banyak pihak di Indonesia memboikot Timnas Israel padahal Israel tidak pernah menjajah Indonesia. Sebaliknya, mereka biasa bergaul dan bersahabat dengan Belanda dan Jepang padahal kedua negara itu pernah menjajah Indonesia dan membantai bangsa pribumi,” ungkap Roland.

Abigail Wiriaatmadja, pengurus Eit Chaim Indonesia, memandang bahwa kebencian berbagai pihak di Indonesia terhadap Israel di antaranya didasarkan pada legalitas Israel sebagai negara. Mereka menganggap Israel tidak punya legalitas sebagai sebuah negara.

"Perlu juga ditelaah bahwa para penuduh dan penolak Israel itu kredibilitasnya seperti apa. Ada salah satu ormas yang suaranya paling keras itu sendiri tidak punya legalitas organisasi, lalu mau menuduh Israel sebagai negara yang tidak punya legalitas. Jadi, kredibilitas para penuduh itu sendiri perlu dipertanyakan, lalu kok mau lempar-lempar tuduhan ke orang lain,. Mari kita buka pikiran, karena pikiran itu seperti parasut hanya bisa bekerja kalau terbuka," kata Abigail.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X