IRGC juga mengklaim telah menghancurkan depot bahan bakar dan amunisi di Pangkalan Udara Pangeran Hassandi Yordania menggunakan rudal balistik dan drone.
Selain itu, Iran mengklaim berhasil menghantam dan menghancurkan pusat komando serta pengendalian drone milik AS di Bahrain.
Media pemerintah IRNA juga melaporkan bahwa militer Iran melancarkan serangan drone yang disebut "bersifat destruktif" terhadap pasukan AS di Kuwait.
Serangan tersebut diklaim menyasar sistem pertahanan udara, sistem rudal, bunker, serta fasilitas pendukung militer.
Dalam operasi yang disebut berlangsung secara terkoordinasi, Iran mengklaim telah menghancurkan tangki penyimpanan bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di pangkalan AS Ali Al Salem di Kuwait.
IRGC juga mengaku menyerang Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber di Kuwait hingga merusak sistem radar FPS.
Sementara di Bahrain, Iran menyatakan serangannya mengenai fasilitas perawatan helikopter, hanggar yang menampung pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, serta pusat komando dan pengendalian drone di Pangkalan Udara Sheikh Isa.
Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam serangan berulang Amerika Serikat terhadap fasilitas militer, infrastruktur sipil, dan warga sipil Iran.
Baca Juga: Iran Gelar Tahap Awal Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran
Teheran menyebut aksi militer Washington sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.***
Artikel Terkait
Iran Gelar Tahap Awal Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran
Ketua Parlemen Iran: Penghormatan Terbaik bagi Ayatollah Ali Khamenei adalah Mengakhiri Penindasan AS dan Israel
Iran Bersiap Gelar Pemakaman Ayatollah Khamenei, Pengamanan Diperketat
Iran Akan Meninjau Kembali Tawaran Kapal untuk Transit Melalui Selat Hormuz Setelah Situasi Stabil
Kemlu Iran: AS Dinilai Langgar Nota Kesepahaman Islamabad, Teheran Tegaskan Tetap Beritikad Baik