"Pada Sabtu malam, 11 Juli, Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia setelah mengalami sakit singkat yang datang secara tiba-tiba. Keluarga Senator Graham menghargai doa dari semua pihak dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini," demikian pernyataan kantornya.
Baca Juga: Iran Bersiap Gelar Pemakaman Ayatollah Khamenei, Pengamanan Diperketat
Selama lebih dari dua dekade di Senat AS, Graham dikenal sebagai salah satu tokoh Partai Republik yang vokal dalam isu kebijakan luar negeri.
Ia mendukung berbagai intervensi militer Amerika Serikat, termasuk di Afghanistan, Irak, serta bersikap keras terhadap Iran.
Tidak hanya itu, Graham juga dikenal sebagai pendukung Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Graham juga menjadi salah satu pendukung utama bantuan Amerika Serikat untuk Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
Bahkan, ia dilaporkan baru kembali dari kunjungan ke Kyiv beberapa jam sebelum meninggal dunia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran turut menanggapi kabar meninggalnya Graham.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa "Malaikat Maut bertindak dengan adil" dan menyebut kepergian senator tersebut "tidak akan membawa kesedihan bagi siapa pun yang mencari kebebasan."
Pernyataan tersebut mencerminkan ketegangan hubungan antara Iran dan Graham, yang selama ini dikenal sebagai salah satu politikus AS dengan sikap paling keras terhadap Teheran.***
Artikel Terkait
Qatar: Pembicaraan Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran-AS di Doha Catat Kemajuan Positif, Pertemuan Lanjutan Akan Dijadwalkan
Iran Gelar Tahap Awal Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran
Ketua Parlemen Iran: Penghormatan Terbaik bagi Ayatollah Ali Khamenei adalah Mengakhiri Penindasan AS dan Israel
Iran Bersiap Gelar Pemakaman Ayatollah Khamenei, Pengamanan Diperketat
Iran Akan Meninjau Kembali Tawaran Kapal untuk Transit Melalui Selat Hormuz Setelah Situasi Stabil