Anak Ceritakan Ayahnya yang Wafat usai Tak Kunjung Dirawat RSUD Merah Putih Magelang

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:35 WIB
Viralnya curhatan warga yang mengeluhkan pelayanan RSUD Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya (Instagram.com/@magelang_raya)
Viralnya curhatan warga yang mengeluhkan pelayanan RSUD Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya (Instagram.com/@magelang_raya)

SENAYANPOST - Ramai beredar di linimasa media sosial, ihwal sambatan atau curahan hati seorang warga bernama Nidia Aurelia, yang mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah.

Bukan tanpa alasan, Nidia membagikan pengalaman pilunya usai sang ayah wafat dengan bayang-bayang pelayanan rumah sakit itu yang dinilai buruk.

Curhatan itu bermuara dari postingan Instagram pribadi Nidia, @nidiaarl_ yang memperlihatkan saat dirinya membawa sang ayah yang dalam kondisi yang drop atau menurun ke IGD RSUD Merah Putih.

"Kondisi bapak sudah drop, keluarga memutuskan membawa bapak ke IGD," tulis Nidia Aurelia.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus, Rumah Sakit Diminta Perketat Skrining Campak bagi Nakes dan Pasien

Dalam pengakuannya, sang pasien saat itu sempat diperiksa di luar ruangan IGD karena kamar yang disebut sudah penuh.

"Saat masuk ke IGD, bapak terpaksa diperiksa di luar ruangan dengan alasan kamar penuh," ungkap Nidia.

Atas hal tersebut, pemilik akun mengaku ayahnya tidak langsung mendapatkan hasil pemeriksaan terkait kondisi kesehatannya.

Nidia juga menyebut, dokter yang menangani sempat mengatakan bahwa hasil pemeriksaan darah yang tidak dapat dibaca.

"Nunggu sekitar 1,5 jam di kursi roda, ternyata bapak sama sekali tidak mendapatkan hasil terkait kondisi sakitnya," sambungnya.

Keluarga kemudian beberapa kali meminta, agar sang ayah dirawat karena kondisinya dinilai sudah cukup parah.

Namun, menurut cerita tersebut, dokter menilai pasien belum memiliki gejala yang mengharuskan rawat inap.

"Bapak disuruh pulang, (dibilang) tidak perlu rawat inap," beber Nidia.

"Tapi keluarga masih meyakinkan dokter untuk bapak dirawat karena di rumah kondisinya sudah parah," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X