Menurutnya, Khamenei pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mencari perlindungan khusus selama rakyat biasa tidak memiliki akses yang sama terhadap tempat aman.
Ia menegaskan bahwa pemimpin Iran tersebut meyakini risiko yang dihadapi masyarakat harus turut dirasakan oleh para pemimpin negara.
Araghchi menggambarkan sikap itu sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak hanya memimpin secara politik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan rakyat.
Baca Juga: Iran akan Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad
"Sikap tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mengatur hati rakyat, bukan sekadar memimpin mereka," katanya.
Strategi Perang Disebut Disusun di Bawah Arahan Khamenei
Selain mengenang sosok Khamenei, Araghchi juga mengungkapkan bahwa persiapan militer Iran selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dilakukan di bawah arahan langsung Pemimpin Revolusi Islam tersebut.
Menurut dia, kerangka strategi pertahanan dan skenario menghadapi perang berkepanjangan telah disusun sejak awal dan dijalankan oleh Angkatan Bersenjata Iran berdasarkan panduan Khamenei.
Araghchi mengklaim respons militer Iran selama konflik berlangsung mengejutkan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya.
Ia mengatakan banyak pihak tidak memperkirakan Iran mampu mempertahankan perlawanan selama sekitar 40 hari konfrontasi yang berlangsung terus-menerus.
"Kecepatan dan skala respons Iran mengejutkan Amerika Serikat, Israel, dan para sekutunya," ujarnya.***
Artikel Terkait
Laporan: Iran Hentikan Pembicaraan dengan AS, Ancam Bakal Tutup Selat Bab Al Mandab
AS dan Iran Menuju Kesepakatan, Trump Tetap Ancam Pertahankan Blokade
Iran akan Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad
Donald Trump, Sanksi, dan Israel Jadi Batu Sandungan Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
Di Tengah Ketegangan, Donald Trump Akui AS Picu Eskalasi dengan Iran