SENAYANPOST - Salah satu sumber Pakistan mengungkap apa yang terjadi saat perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad belum lama ini.
Satu hal yang dibahas dalam perundingan tersebut adalah terkait Selat Hormuz.
Sebagaimana diketahui, selama perang antara AS dan Iran, salah satu selat tersibuk di dunia itu dikenakan pembatasan oleh Teheran.
Pembatasan tersebut membuat harga minyak mentah dunia merangkak naik dalam sebulan terakhir ini.
Baca Juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
"Terjadi perubahan suasana hati dari kedua belah pihak dan suhu naik turun selama pertemuan," kata sebuah sumber Pakistan merujuk pada putaran awal pembicaraan, yang dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut sepanjang malam sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Sebelum pembicaraan dimulai, sebuah sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa AS telah setuju untuk melepaskan aset yang dibekukan di Qatar dan bank asing lainnya.
Seorang pejabat AS membantah setuju untuk melepaskan uang tersebut.
Selain pelepasan aset di luar negeri, Teheran menuntut kendali atas Selat Hormuz, pembayaran ganti rugi perang, dan gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, menurut televisi dan pejabat pemerintah Iran.
Baca Juga: Laporan Intelijen AS Ungkap Setengah Peluncur Rudal Iran Masih Utuh, Ini Kata Gedung Putih
Teheran juga ingin memungut biaya transit di Selat Hormuz.
Terlepas dari perbedaan di Islamabad, tiga kapal tanker super yang penuh muatan minyak melewati Selat Hormuz pada hari Sabtu, menurut data pengiriman, yang tampaknya merupakan kapal pertama yang keluar dari Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata.
Ratusan kapal tanker masih terjebak di Teluk, menunggu untuk keluar selama periode gencatan senjata dua minggu.
Tujuan yang dinyatakan Trump telah bergeser, tetapi setidaknya ia menginginkan jalur bebas untuk pengiriman global melalui selat dan melumpuhkan program pengayaan nuklir Iran untuk memastikan Iran tidak dapat memproduksi bom atom.
Teheran telah lama membantah berupaya membangun senjata nuklir.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS Picu Krisis di Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia di Ambang Risiko
Trump Kritik Keras Penolakan Sekutu di Selat Hormuz: Sebut Kurang Balas Budi
Penutupan Selat Hormuz dan Perang Berlarut (Attrition Warfare) Iran-AS-Israel
Parlemen Iran Setujui RUU Biaya Tol untuk Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Biayanya Capai Rp33,8 Miliar
Laporan Intelijen AS: Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz dalam Waktu Dekat