Temui Jalan Buntu, Upaya Negara Kawasan Timur Tengah Jadi Mediator Gencatan Senjata AS dan Iran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 4 April 2026 | 18:07 WIB
Negara kawasan Timur Tengah upayakan gencatan senjata antara AS dan Iran dan kabarnya temui jalan buntu. (X.com/@MofaQatar_EN)
Negara kawasan Timur Tengah upayakan gencatan senjata antara AS dan Iran dan kabarnya temui jalan buntu. (X.com/@MofaQatar_EN)

SENAYANPOST - Saat ini tengah berlangsung upaya untuk menengahi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran oleh negara-negara kawasan Timur Tengah.

Namun, dalam upayanya tersebut dikabarkan menemui jalan buntu.

Sebagaimana diketahui, perang AS-Israel melawan Iran tengah memasuki minggu keenam.

 

Iran secara resmi telah memberi tahu para mediator bahwa mereka tidak bersedia bertemu dengan pejabat AS di Islamabad dalam beberapa hari mendatang dan menganggap tuntutan AS tidak dapat diterima, demikian laporan The Wall Street Journal pada hari Jumat.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Tak Perlu Kesepakatan untuk Akhiri Perang, Sebut Iran Tidak Akan Bisa Dapatkan Senjata Nuklir

Laporan tersebut menambahkan bahwa Turki dan Mesir sedang mencari jalan keluar dari kebuntuan diplomatik dan mempertimbangkan lokasi alternatif untuk menyelenggarakan pembicaraan, seperti Qatar atau Istanbul.

Namun Qatar telah menolak upaya Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah untuk berperan sebagai mediator utama dalam pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran, demikian juga dilaporkan oleh Journal, yang mempersulit upaya untuk melanjutkan negosiasi tentang pengakhiran perang.

Mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut dan para mediator, laporan itu mengatakan Qatar, yang telah berperan sebagai mediator dengan Taliban, dan juga dalam negosiasi untuk mengakhiri perang Israel-Hamas, mengatakan kepada AS pekan lalu bahwa mereka tidak ingin menjadi mediator dalam negosiasi ini.

Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan utama AS, termasuk di antara negara-negara yang menjadi sasaran Iran.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur Laksanakan Tugas di UNIFIL, Indonesia di PBB: Kami Tuntut Investigasi, Bukan Alasan dari Israel!

Laporan-laporan tersebut muncul ketika perang terus meningkat, dan akan memasuki minggu keenam.

Jumat menandai pertama kalinya sejak 28 Februari AS kehilangan pesawat di wilayah Iran, setelah Iran menembak jatuh pesawat tempur F-15E Strike Eagle Amerika.

Satu anggota kru diselamatkan pada hari Jumat, dan pencarian masih berlangsung untuk anggota kru kedua setelah pesawat tempur F-15E Strike Eagle Amerika ditembak jatuh di Iran, menurut seorang pejabat AS dan seorang pejabat Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X