SENAYANPOST - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo (Surakarta), Rabu (1/4), di tengah meningkatnya dinamika konflik kawasan yang melibatkan Iran.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai situasi regional, termasuk dampak kemanusiaan dan ekonomi dari eskalasi konflik.
Jokowi menyampaikan simpati kepada masyarakat Iran serta menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional, stabilitas kawasan, dan upaya de-eskalasi.
Sikap ini mencerminkan posisi Indonesia yang secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Di sisi lain, Boroujerdi memaparkan perspektif pemerintah Iran terkait perkembangan di lapangan, termasuk laporan mengenai dampak serangan terhadap wilayah sipil dan infrastruktur.
Ia juga menegaskan posisi Iran terkait hak untuk membela diri dalam kerangka hukum internasional.
Pertemuan ini sekaligus menunjukkan bagaimana Indonesia tetap menjadi mitra dialog yang terbuka bagi berbagai pihak di tengah meningkatnya polarisasi global, tanpa secara eksplisit terseret ke dalam blok tertentu.
Di akhir pembahasan, kedua pihak menegaskan kembali pentingnya menjaga hubungan bilateral yang telah lama terjalin, serta mendorong penguatan kerja sama dan komunikasi antar masyarakat kedua negara.***
Artikel Terkait
Penutupan Selat Hormuz dan Perang Berlarut (Attrition Warfare) Iran-AS-Israel
Bank Jerman Sebut Perang AS dan Israel di Iran Bisa Lemahkan Petrodolar
Rencana AS Lancarkan 'Pukulan Terakhir' untuk Iran, Donald Trump Desak Teheran Setujui Kesepakatan
Donald Trump Bantah 'Putus Asa' Kejar Kesepakatan Damai AS dengan Iran: Saya Tidak Peduli
Kedubes Iran Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan Perdamaian Indonesia, Kecam Serangan terhadap UNIFIL