Danny Citrinowicz: AS Salah Membaca Iran, Rezim Tak Akan Menyerah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 12 Maret 2026 | 06:01 WIB
Analis intelijen Israel, Danny Citrinowicz menilai Amerika Serikat salah membaca Iran di tengah konflik yang kian memanas di Timur Tengah. (Dok. Quds News Network)
Analis intelijen Israel, Danny Citrinowicz menilai Amerika Serikat salah membaca Iran di tengah konflik yang kian memanas di Timur Tengah. (Dok. Quds News Network)

SENAYANPOSTAnalis intelijen Israel Danny Citrinowicz menilai kebijakan Amerika Serikat (ASterhadap Iran selama ini dipengaruhi oleh kesalahan memahami karakter rezim di Teheran, yang menurutnya berkontribusi pada runtuhnya negosiasi dan meningkatnya eskalasi konflik.

Menurut Citrinowicz, Iran sebenarnya telah menghentikan dimensi militer dari program nuklirnya sejak 2003, terutama setelah invasi Amerika Serikat ke Irak dan Afghanistan.

"Kenyataannya, Iran menghentikan dimensi militer dari program nuklirnya pada 2003, sebagian besar sebagai respons terhadap invasi AS ke Irak dan Afghanistan," tulis Danny Citrinowicz pada 11 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari akun X @citrinowicz.

 

Namun ia menilai kebijakan Washington kemudian berkembang berdasarkan asumsi yang keliru mengenai bagaimana sistem politik Iran bekerja.

Baca Juga: Senator Demokrat Sebut Donald Trump Bakal Turunkan Pasukan AS ke Iran

Citrinowicz mengatakan kurangnya pemahaman terhadap struktur kekuasaan Iran turut memicu kegagalan negosiasi dan memunculkan keyakinan bahwa rezim di Teheran bisa runtuh setelah eliminasi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

"Masalahnya adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang rezim Iran yang berkontribusi pada runtuhnya negosiasi dan keyakinan bahwa sistem tersebut bisa runtuh setelah Khamenei dieliminasi," katanya.

Ia memperingatkan bahwa kesalahan membaca rezim yang didorong ideologi seperti Iran dapat menghasilkan dampak berbahaya jika disertai tekanan militer yang bertujuan mengganti rezim.

"Ini bukan isu teoritis. Salah membaca rezim ideologis seperti Iran sambil mengancamnya dengan tekanan yang dapat mengakhiri rezim justru bisa memicu eskalasi, bukan menyerah," ujarnya.

Baca Juga: IRGC Sebut Gelombang ke-37 Operasi Janji Sejati 4 yang Terberat Sejak Awal Perang

Menurut Citrinowicz, harapan bahwa tekanan militer atau politik dapat memaksa Iran menyerah kemungkinan tidak realistis.

"Sebesar apa pun keinginan saya untuk salah, rezim ini kecil kemungkinan akan menyerah atau runtuh," katanya.

Ia juga menilai bahwa keterbatasan pemahaman terhadap Iran membuat Washington sulit merancang strategi akhir konflik yang jelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @citrinowicz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X