SENAYANPOST - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim mengomentari tentang perkembangan terkini di Timur Tengah.
Sebagaimana diketahui, saat ini tengah berlangsung perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menurut Chappy, Amerika Serikat bisa saja menghentikan peperangan jika ia mau.
Ia juga menyoroti doktrin militer Amerika yang menjadi landasan invasi militernya ke Iran saat ini.
"Amerika masih menghayati bahwa itu bisa selesai dengan mengebom saja, jadi itu terkenal dengan bombing to win. Sangat sukses pada tahun 1945," kata Chappy Hakim pada 8 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Rhenald Kasali.
"Dia fanatik sekali, bomb to win. Intinya Amerika masih mengandalkan teori itu," tambahnya.
Ketua Umum Pusat Studi Air Power Indonesia itu menerangkan bahwa setelah peristiwa Hiroshima dan Nagasaki menunjukkan bahwa 'bomb to win' itu tidak masuk akal.
"Dia gagal di mana-mana ya, di Vietnam, Afghanistan, Suriah dan sebagainya," terangnya.
Mengenai perang antara AS-Israel dan Iran, menurutnya bisa panjang dan juga bisa berlangsung pendek.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik Iran dan AS-Israel
"Bisa tidak pendek, bisa pendek," katanya.
Ia menyoroti sikap AS saat hari kedua perang dengan Iran, meminta Italia untuk memediasi gencatan senjata.
Bukan tanpa alasan, ternyata biaya perang yang dihabiskan cukup besar, yaitu sekitar 300 juta dolar AS atau Rp5,08 triliun.
Artikel Terkait
Profil Mojtaba Khamenei, Salah Satu Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator Konflik AS dan Iran, Hassan Wirajuda Ungkap Syarat Ini
Dubes Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan Amerika Serikat
Perkiraan Intelijen Strategis (Perang Israel–AS Melawan Iran Menuju Fase Akhir)
Iran Tanpa Rahbar, Dewan Kepemimpinan Sementara Dibentuk, Citrinowicz Soroti Retaknya Sistem Pengambilan Keputusan