Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator Konflik AS dan Iran, Hassan Wirajuda Ungkap Syarat Ini

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 5 Maret 2026 | 10:07 WIB
Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda ungkap syarat ini jika Indonesia ingin menjadi mediator konflik AS dan Iran. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda ungkap syarat ini jika Indonesia ingin menjadi mediator konflik AS dan Iran. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

SENAYANPOST - Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda menanggapi rencana Indonesia untuk menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat bersama Israel saat ini melakukan serangan militer terhadap Iran hingga menewaskan pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga berita ini dibuat, setidaknya 1.045 warga Iran tewas dalam konflik tersebut.

Terkait rencana Indonesia menjadi mediator, Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa kedua pihak harus bisa saling menerima.

Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei, Salah Satu Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

"Menjadi mediator kan harus ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai," ujar Hassan Wirajuda pada 3 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Hal tersebut disampaikan eks Menlu usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu malam.

"Ketika masing-masing masih ambisi dan yakin dia akan menang ya, timingnya paling tidak, timingnya belum tentu," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator apabila Iran dan Amerika Serikat berkeinginan untuk membuka ruang mediasi.

Baca Juga: Seruan Doa Paus Leo XIV untuk Perdamaian Dunia Menguat di Tengah Eskalasi Konflik Global

"Jika kedua belah pihak berkeinginan (mediasi), ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (kemungkinan tidak ada negosiasi lanjutan), ya kita kembalikan kepada mereka," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono menanggapi perkembangan sikap Iran terkait kemungkinan tidak adanya negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat.

Menurut Sugiono, kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator bergantung pada kehendak kedua belah pihak.

Di kesempatan yang berbeda, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi Iran dan AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X