Sebelum Wafat, Ali Khamenei Pernah Ingatkan Perang Tidak akan Berakhir Meski Dirinya Terbunuh oleh AS-Israel

photo author
Hanggi Senayan Post, Senayan Post
- Senin, 2 Maret 2026 | 10:05 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebut jika Israel dan Amerika Serikar berhasil membunuhnya dan merasa menang, itu salah! (X.com/@khamenei_ir)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebut jika Israel dan Amerika Serikar berhasil membunuhnya dan merasa menang, itu salah! (X.com/@khamenei_ir)

SENAYANPOST - Insiden wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran, menjadi sorotan dunia

Terkini, pemerintah Iran bahkan menuding AS dan Israel melakukan pembunuhan terencana (assassination), terhadap Khamenei lewat aksi serangan udara yang membombardir Teheran.

Melalui pernyataan resminya pada Senin, 2 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan gabungan dua negara tersebut melanggar prinsip serta norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Tindakan teroris oleh AS dan rezim Zionis (Israel), yang melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi serta pejabat tinggi lainnya, melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional negara Iran," tulis Kemlu Iran.

Baca Juga: Idrus Marham Kecam Keras Serangan AS–Israel yang Tewaskan Ali Khamenei: Ini Luka Kemanusiaan dan Ancaman Perdamaian Dunia

"Hal ini merupakan serangan, yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma internasional," tambahnya.

Berkaca dari hal itu, gugurnya Khamenei atas serangan AS-Israel menyisakan duka mendalam bagi sebagian kalangan, khususnya masyarakat Iran.

Terlebih, Khamenei bukan hanya dikenal sebagai figur pemimpin, melainkan juga sosok yang dekat dengan generasi muda di Iran.

Dalam unggahan Instagram @fokloretive, pada Senin, 2 Maret 2026, terlihat cuplikan video yang memperlihatkan saat Khamenei tengah berpidato di hadapan masyarakat Iran.

Khamenei lantas menyinggung pernyataan pihak AS-Israel yang ingin membunuh dirinya, atas konflik yang terjadi dengan Iran.

"Saya sudah tua, tubuhku tak berharga lagi. Dalam perang ini, aku hanya menonton dari kursi," tutur Khamenei.

"Jika Israel berpikir bahwa dengan membunuhku mereka akan menang, itu adalah kesalahan mereka," terangnya.

Dalam pesannya, Khamenei menegaskan bahwa perjuangan bukan tentang dirinya sebagai individu, melainkan tentang bangsa yang mempertahankan martabatnya.

"Perang ini dipimpin oleh pemuda Iran, dan mereka akan tetap tak terkalahkan," terang Khamenei.

"Bahkan jika aku terbunuh, Iran tidak akan dirugikan. Iran berdiri teguh pada moralitas. Iran bukanlah budak siapa pun di dunia ini," tandasnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Senayan Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X