SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya memberikan isyarat untuk jalur diplomatik.
Jalur diplomatik tersebut terkait perundingan nuklir Iran yang saat ini masih dibicarakan.
Dalam wawancara untuk Editor Urusan Luar Negeri India Today TV, Araghchi mengatakan bahwa Teheran siap menghadapi berbagai skenario seiring dengan meningkatnya tekanan diplomatik di tengah pembicaraan tidak langsung di Jenewa.
Araghchi memperingatkan bahwa bentrokan langsung antara Iran dan AS dapat dengan cepat meluas melampaui kedua negara, meningkat menjadi perang regional yang 'menghancurkan' yang melibatkan banyak negara Timur Tengah.
Baca Juga: Jarang-jarang, Presiden AS Donald Trump Lontarkan Pujian Langka pada Hamas di Pidato Kenegaraan
Pembicaraan Tak Langsung Ketiga di Jenewa
Putaran ketiga pembicaraan antara Iran dan AS dijadwalkan pada hari Kamis di Jenewa, dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Diskusi sebelumnya dilaporkan menghasilkan 'prinsip panduan umum' untuk kerangka kerja yang mungkin, meskipun perbedaan pendapat yang signifikan masih ada, terutama mengenai pengayaan uranium dan pembatasan rudal.
Araghchi menyatakan bahwa terobosan diplomatik masih mungkin terjadi.
"Berdasarkan pemahaman dari masa lalu, kita akan membangun kesepakatan. Kesepakatan yang adil, seimbang, dan merata dapat dicapai," kata Abbas Araghchi pada 25 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Jurnalis, Israel Penjajah Ada di Puncaknya
Namun, ia mengakui adanya ketidakpercayaan yang berakar pada konfrontasi masa lalu.
"Kami belum sepenuhnya yakin bahwa mereka memiliki tekad yang sungguh-sungguh untuk melakukan itu," katanya.
"Mereka melakukannya terakhir kali. Bernegosiasi dengan kami dan kemudian menyerang kami," ungkapnya.
Artikel Terkait
Menlu AS Marco Rubio Sebut Washington Prioritaskan Kesepakatan Diplomatik soal Program Nuklir Iran
Bukan Bahas Iran dan Gaza, Netanyahu ke AS Minta Trump Desak Presiden Israel Berikan Amnesti atas Kasus Korupsinya
Citrinowicz: Iran Paham Posisi Lemahnya, Tapi Merasa Tak Punya Pilihan Lain
Donald Trump Ultimatum Lagi, Ancam Serang Iran dari Pangkalan Diego Garcia di Samudera Hindia
Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei