SENAYANPOST - Pengamat keamanan Timur Tengah Danny Citrinowicz menilai bahwa gagasan tentang Iran yang segera berubah menjadi negara demokrasi masih bersifat aspiratif, bahkan utopis.
Menurutnya, dalam sebagian besar skenario yang realistis, perubahan rezim seperti yang sering diharapkan Barat—dan mungkin juga Israel—kecil kemungkinan akan terwujud.
Citrinowicz menyebut bahwa Republik Islam Iran saat ini tidak memiliki oposisi yang kredibel, terorganisir, dan siap mengambil alih kekuasaan.
Di sisi lain, proses suksesi pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei juga masih diliputi ketidakpastian.
"Meskipun prosedur formal memang ada, transisi dari Khomeini ke Khamenei menunjukkan bahwa pertarungan kekuasaan di balik layar—bukan mekanisme institusional—yang pada akhirnya menentukan hasil," tulis Citrinowicz pada 2 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @citrinowicz.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang kelak menggantikan Khamenei, selama tidak ada perubahan kebijakan yang substansial, sistem Republik Islam kemungkinan besar akan mereproduksi dirinya sendiri dalam bentuk lain.
Karena itu, anggapan bahwa kepergian Khamenei otomatis akan memicu runtuhnya Republik Islam dinilainya keliru.
Namun demikian, Citrinowicz mengakui bahwa wafatnya Khamenei tetap akan menjadi perubahan rezim dalam arti simbolik dan struktural, mengingat peran sentralnya dalam menopang sistem selama lebih dari tiga dekade.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Tanggapi Pernyataan Ayatollah Ali Khamenei soal Risiko Perang Regional
"Mereka yang percaya bahwa kepergian Khamenei akan menyebabkan runtuhnya Republik Islam adalah keliru," tulisnya.
Lebih lanjut, Citrinowicz menilai bahwa harapan terhadap perubahan yang didorong dari luar—baik melalui tekanan internasional maupun intervensi—sebagian besar tidak relevan.
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir
Presiden Iran Masoud Pezeshkian: Perang di Timur Tengah Bukan Kepentingan Washington atau Teheran
Diplomasi Diam-diam, Blok Regional Timur Tengah Hadapi Risiko Perang AS dan Iran
Pengamat Keamanan Timur Tengah: Konfrontasi AS dan Iran Kini dalam Posisi 'Zero Sum', Risiko Salah Perhitungan Tinggi
Iran Pertimbangkan soal Pembicaraan Tidak Langsung dengan AS