Timur Tengah Memanas, AS Masih Buka Opsi Dialog dengan Iran, Putin Ingatkan Situasi Genting

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 16 Januari 2026 | 19:27 WIB
AS masih membuka opsi termasuk dialog dengan Iran di tengah memanasnya Timur Tengah dan ancaman invasi militer. (Kolase foto X.com/@WhiteHouse/@khamenei_ir)
AS masih membuka opsi termasuk dialog dengan Iran di tengah memanasnya Timur Tengah dan ancaman invasi militer. (Kolase foto X.com/@WhiteHouse/@khamenei_ir)

SENAYANPOST - Akhir-akhir ini Timur Tengah memanas di tengah ancaman invasi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Perwakilan Tetap AS untuk PBB, Mike Waltz, mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan semua opsi yang mungkin terkait Iran.

"Presiden Trump adalah seorang yang bertindak. Bukan hanya banyak bicara seperti yang kita lihat di PBB. Dia telah menjelaskan bahwa semua opsi masih terbuka," katanya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Iran pada 16 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.

Utusan AS itu juga mengatakan bahwa Teheran siap untuk berdialog tetapi tindakannya bertolak belakang.

Baca Juga: Iran Tegaskan Lindungi Hak Demonstran Damai, Ini Press Release Kedubes Iran di Jakarta

"Iran mengatakan siap untuk berdialog, tetapi tindakannya menunjukkan sebaliknya," imbuhnya.

Sementara itu, Washington telah mengirim setidaknya satu kelompok serang kapal induknya ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dalam hubungan dengan Iran, lapor Fox News mengutip sumber militer.

Pada titik ini, belum jelas apakah sumber tersebut merujuk pada kapal induk USS Abraham Lincoln, atau kapal-kapal yang baru-baru ini meninggalkan pelabuhan Norfolk dan San Diego.

Pengerahan kembali diperkirakan akan memakan waktu setidaknya satu minggu. Salah satu sumber mengatakan kepada saluran TV tersebut bahwa jika presiden AS memutuskan untuk memulai operasi militer, operasi tersebut akan berbeda dan lebih bersifat ofensif.

Baca Juga: Iran Gagah Walaupun Sendirian

Menurutnya, para ahli strategi sedang meneliti berbagai skenario, bergantung pada tindakan pemerintah Iran dalam beberapa hari mendatang.

Diperkirakan juga bahwa sistem pertahanan rudal akan dikerahkan di wilayah tersebut untuk memperkuat pertahanan Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah.

Di lain kesempatan, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon hari ini dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dengan rincian percakapan akan diumumkan kemudian, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

"Presiden mencurahkan sebagian besar paruh pertama harinya untuk membahas situasi seputar Iran. Hari ini, beliau telah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel (Benjamin) Netanyahu, dan kami telah mengeluarkan pernyataan terkait hal itu. Kami juga akan memberi tahu Anda hasil pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Pezeshkian dalam waktu dekat," kata Peskov.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: TASS News Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X