SENAYANPOST - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa fase selanjutnya dari rencana perdamaian Gaza "akan segera terjadi".
Hal tersebut diungkapkan Trump di tengah meningkatnya kekhawatiran proposal perdamaiannya tersebut akan mengalami banyak hambatan.
Trump berhasil membujuk Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata pada bulan Oktober setelah menggalang dukungan komunitas internasional atas rencana 20 poinnya untuk mengakhiri perang Gaza.
Namun, dokumen yang sebenarnya ditandatangani oleh kedua belah pihak hanya membahas poin-poin yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai 'fase satu', yaitu gencatan senjata awal, penarikan pasukan IDF, persyaratan pertukaran sandera-tahanan, dan ketentuan bantuan kemanusiaan.
Tidak ada kesepakatan resmi yang dicapai mengenai poin-poin 'fase dua' yang membahas pengelolaan Gaza pascaperang.
Baca Juga: Mantan Dubes Iran Ungkap Alasan Hamas Terima Gencatan Senjata di Gaza
Oleh karena itu, gencatan senjata telah goyah sejak awal, karena Hamas tetap menjadi kekuatan Palestina yang paling dominan di sekitar 50 persen wilayah Gaza yang tidak berada di bawah kendali IDF.
Hampir setiap hari terjadi serangan mematikan oleh IDF, termasuk pada hari Rabu, yang menargetkan apa yang menurut Israel merupakan anggota Hamas yang melanggar ketentuan gencatan senjata, meskipun perempuan dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam pengeboman tersebut.
Ketika ditanya oleh seorang reporter di Ruang Oval kapan fase kedua akan dimulai, Trump menghindari menjawab secara langsung, dengan mengatakan prosesnya "berjalan dengan baik".
"Mereka mengalami masalah hari ini dengan sebuah bom yang meledak, melukai beberapa orang cukup parah, mungkin menewaskan beberapa orang," kata Donald Trump pada 3 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Ia merujuk pada serangan terhadap pasukan Israel di Gaza pada hari Rabu sebelumnya.
Baca Juga: Donald Trump Akui Netanyahu Jadi Penghambat Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Bukan Hamas
"Tapi semuanya berjalan sangat baik. Kita memiliki perdamaian di Timur Tengah. Orang-orang tidak menyadarinya," tambahnya.
"Fase kedua sedang berjalan. Ini akan segera terjadi," imbuhnya.
Artikel Terkait
Trump Puji Prabowo di KTT Perdamaian Gaza: “Luar Biasa, Kerja Bagus untuk Perdamaian Dunia”
Donald Trump Akui Netanyahu Jadi Penghambat Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Bukan Hamas
Donald Trump Tolak Mentah-mentah Usulan Anggota Parlemen Israel Caplok Tepi Barat Palestina
Aksi Saling Sindir Zohran Mamdani vs Donald Trump: dari Sebutan 'Komunis Gila' hingga Sentilan Politik Gelap di AS
Ahmad Al Sharaa Jadi Presiden Suriah Pertama yang Datangi Gedung Putih, Temui Donald Trump Sejak Merdeka Tahun 1946