Jaberi Ansari berpendapat bahwa narasi Zionis sendiri mengingkari keberadaan bangsa Palestina dan melabeli setiap bentuk perlawanan sebagai terorisme.
"Dalam narasi itu, bahkan yang disebut 'Arab yang baik' pun adalah Arab yang mati," katanya.
"Selama penyangkalan ini berlanjut, selama pendudukan berlanjut, dan selama seluruh Palestina – termasuk Tepi Barat, Gaza, dan wilayah 1948 – tetap berada di bawah kendali Israel, perlawanan akan terus berlanjut dalam segala bentuknya: politik, rakyat, dan bersenjata," tambahnya.
Baca Juga: Israel Penjajah Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi, Klaim Menara Tinggi Jadi Markas Hamas
Tidak Ada Perdamaian Sejati tanpa Keadilan
Menutup wawancara, Jaberi Ansari mengatakan tidak akan ada perdamaian sejati tanpa keadilan, dan tidak ada keadilan tanpa pengakuan atas hak hidup dan kebebasan rakyat Palestina.
"Sampai hari itu tiba, perlawanan akan tetap ada," tegasnya.
"Selama akarnya terletak pada ketidakadilan dan pendudukan, upaya untuk melucutinya secara paksa, baik melalui paksaan maupun tekanan, hanya akan mengubah alatnya, bukan esensinya," tutup Direktur Jenderal IRNA itu.***
Artikel Terkait
Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Sebut Gerakan Perlawanan Palestina Melemah
Israel Penjajah Tuding Hamas Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Netanyahu Bersikeras Tutup Perbatasan Rafah
Israel Penjajah Langgar Gencatan Senjata, Kembali Bombardir Jalur Gaza
Donald Trump Akui Netanyahu Jadi Penghambat Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Bukan Hamas
Hamas Serahkan Dua Jenazah Warga Israel yang Jadi Sandera Di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata yang Rapuh