Insiden Penembakan Aktivis Charlie Kirk di Utah Ungkap Dalamnya Perpecahan Politik AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 11 September 2025 | 19:36 WIB
Baru saja terjadi insiden penembakan yang menewaskan aktivis Charlie Kirk di Utah yang mengungkapkan perpecahan politik AS. (Tangkapan layar YouTube Turning Point USA)
Baru saja terjadi insiden penembakan yang menewaskan aktivis Charlie Kirk di Utah yang mengungkapkan perpecahan politik AS. (Tangkapan layar YouTube Turning Point USA)

Baca Juga: Dubes Israel untuk AS Sindir Keberadaan Pejabat Hamas di Qatar: Jika Selamat Kali Ini, Kami Akan Kembali

"Ini adalah masalah yang telah kita lihat semakin besar dan harus ditangani. Ini harus dihentikan," katanya.

Menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, 46.728 orang meninggal akibat kekerasan senjata di AS pada tahun 2023, angka tertinggi ketiga yang pernah tercatat.

Dua tahun lalu, Kongres mengesahkan undang-undang pengendalian senjata api pertama yang menyeluruh dalam 30 tahun, sebuah RUU bipartisan yang memperketat celah hukum dan meningkatkan pemeriksaan latar belakang, tetapi tidak banyak membantu membendung penembakan.

Mengabaikan Perpecahan Politik

Reaksi yang berbeda-beda menunjukkan bahwa kematian Kirk kemungkinan hanya akan memperdalam perpecahan politik Amerika yang menganga.

Baca Juga: Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan

Ini seperti yang terjadi pada dua upaya pembunuhan terhadap Trump tahun lalu.

Hampir seperempat abad telah berlalu sejak bangsa terakhir kali dipersatukan oleh tragedi, setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.

Sebelum identitas penembak diketahui, tokoh-tokoh sayap kanan terkemuka membingkai insiden tersebut sebagai bagian dari serangan yang lebih luas oleh kaum kiri terhadap konservatisme.

"Amerika telah kehilangan salah satu pejuang terhebatnya," tulis Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller di X.

"Kita semua sekarang harus mendedikasikan diri untuk mengalahkan kejahatan yang telah merenggut Charlie dari dunia ini," lanjutnya.

Baca Juga: Israel Penjajah Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi, Klaim Menara Tinggi Jadi Markas Hamas

Laura Loomer, seorang loyalis MAGA yang didengar Trump, menyerukan tindakan keras terhadap kaum Kiri dengan kekuatan penuh pemerintah.

"Setiap kelompok sayap kiri yang mendanai protes kekerasan harus ditutup dan dituntut. Tanpa ampun," katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X