SENAYANPOST - Politisi Charlie Kirk yang juga salah satu pendukung Presiden Donald Trump saat Pilpres AS 2024 tewas ditembak saat menjadi pembicara di salah satu kampus di Utah.
Insiden penembakan ini terjadi saat menjelang tengah malam di Utah waktu setempat pada Rabu, 10 September 2025.
Pihak berwenang mengatakan mereka tidak menahan tersangka atas kematian pria berusia 31 tahun itu, yang tewas dengan satu tembakan dari posisi penembak jitu di atap gedung.
Baca Juga: Donald Trump Lepas Tangan: Serangan Israel ke Qatar Perintah Netanyahu, Bukan Washington
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Reuters, pembunuhan itu merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan terhadap tokoh politik AS, termasuk dua upaya pembunuhan terhadap Trump tahun lalu dan penembakan fatal pada bulan Juni terhadap anggota parlemen negara bagian dari Partai Demokrat, Melissa Hortman, di Minnesota bersama suaminya, yang telah menggarisbawahi peningkatan tajam dalam kekerasan politik.
Trump, yang secara rutin menyebut rival politik, hakim, dan pihak lain yang menghalangi jalannya sebagai "orang gila kiri radikal" dan memperingatkan bahwa mereka menimbulkan ancaman eksistensial bagi bangsa, pada hari Rabu mengecam retorika politik yang penuh kekerasan.
"Selama bertahun-tahun, kaum kiri radikal telah membandingkan orang Amerika yang luar biasa seperti Charlie dengan Nazi dan pembunuh massal serta penjahat terburuk di dunia," kata Trump dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.
"Retorika semacam ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang kita saksikan di negara kita saat ini, dan harus dihentikan sekarang juga," lanjutnya.
Di Capitol Hill, Washington, upaya untuk mengheningkan cipta bagi Kirk di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat AS berubah menjadi teriakan dan tuding-menuding.***
Artikel Terkait
Israel Penjajah Peringatkan Warga Kota Gaza Mengungsi, Klaim Menara Tinggi Jadi Markas Hamas
Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan
Dubes Israel untuk AS Sindir Keberadaan Pejabat Hamas di Qatar: Jika Selamat Kali Ini, Kami Akan Kembali
Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah
Donald Trump Lepas Tangan: Serangan Israel ke Qatar Perintah Netanyahu, Bukan Washington