Donald Trump Lepas Tangan: Serangan Israel ke Qatar Perintah Netanyahu, Bukan Washington

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 September 2025 | 21:38 WIB
Presiden AS Donald Trump ungkap keputusan Israel serang Qatar tempat petinggi Hamas datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@WhiteHouse)
Presiden AS Donald Trump ungkap keputusan Israel serang Qatar tempat petinggi Hamas datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (X.com/@WhiteHouse)

SENAYANPOST - Israel penjajah baru-baru ini mengirim serangan udara ke Qatar, tepatnya di tempat salah satu petinggi Hamas, Dr Khalil Al Hayya tinggal.

Kali ini mata tertuju kepada Amerika Serikat (AS) yang menjadi sponsor terbesar kampanye genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Melalui media sosialnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa keputusan serangan tersebut murni datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menambahkan bahwa serangan sepihak terhadap Qatar tidak menguntungkan kepentingan Amerika maupun Israel.

Baca Juga: Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah

Israel berusaha membunuh para pemimpin politik Hamas dengan serangan udara di Qatar pada hari Selasa, yang meningkatkan aksi militernya di Timur Tengah.

Serangan itu dikutuk secara luas di Timur Tengah dan sekitarnya sebagai tindakan yang dapat semakin meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah tegang.

Trump mengatakan ia telah memerintahkan utusan AS Steve Witkoff untuk memperingatkan Qatar bahwa serangan itu akan terjadi, tetapi sudah terlambat untuk menghentikan serangan tersebut.

Namun, Qatar membantah klaim Gedung Putih tersebut, dengan mengatakan bahwa laporan bahwa mereka telah menerima peringatan sebelum serangan itu adalah palsu dan panggilan telepon dari seorang pejabat AS datang ketika ledakan sudah terdengar di ibu kota Qatar, Doha.

Baca Juga: Dubes Israel untuk AS Sindir Keberadaan Pejabat Hamas di Qatar: Jika Selamat Kali Ini, Kami Akan Kembali

"Pengeboman sepihak di Qatar, sebuah Negara Berdaulat dan Sekutu dekat Amerika Serikat, yang bekerja sangat keras dan berani mengambil risiko bersama kami untuk menengahi Perdamaian, tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika," tulis Trump di Truth Social pada 9 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

"Namun, melenyapkan Hamas, yang telah mengambil untung dari penderitaan penduduk Gaza, adalah tujuan yang mulia," lanjutnya.

Hamas mengatakan lima anggotanya tewas dalam serangan Israel di Doha, termasuk putra pemimpin Hamas di Gaza yang diasingkan, Khalil Al Hayya.

Washington menganggap Qatar sebagai sekutu Teluk yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X