Fakta Baru Penggerudukan Rumah Sakit Nasional Suwayda oleh Aparat Keamanan Suriah, Ada Insiden Penembakan Tewaskan Relawan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:06 WIB
Berikut fakta baru terkait insiden penggerudukan Rumah Sakit Nasional Suwayda yang dilakukan aparat keamanan pertengahan Juli lalu. (X.com/@suwayda24)
Berikut fakta baru terkait insiden penggerudukan Rumah Sakit Nasional Suwayda yang dilakukan aparat keamanan pertengahan Juli lalu. (X.com/@suwayda24)

Tim cek fakta Taakkad melakukan perbandingan visual yang akurat antara gambar yang beredar dan foto-foto Behasas yang didokumentasikan sebelum insiden eksekusi.

Perbandingan foto pria bersenjata (atas) dan korban pembunuhan di Rumah Sakit Nasional Suwayda, Mohammed Behasas (bawah)
Perbandingan foto pria bersenjata (atas) dan korban pembunuhan di Rumah Sakit Nasional Suwayda, Mohammed Behasas (bawah) (Taakkad)

Baca Juga: Eks Dubes AS Akui Bantu Ahmad Al Sharaa alias Abu Muhammad Al Julani Rebranding dari Teroris Jadi Politikus Suriah

Perbandingan menunjukkan perbedaan yang jelas dalam warna rambut Behasas yang lebih terang dibandingkan foto pria bersenjata.

Kemudian bentuk janggut yang tampak padat dan panjang dalam gambar pria bersenjata, sementara itu milik korban tampak lebih pendek.

Perbedaan juga muncul dalam fisik dan fitur wajah seperti hidung dan rahang bawah, selain fakta bahwa Behasas menggunakan kacamata medis, yang berlaku untuk korban dan tidak berlaku untuk pemilik gambar pria bersenjata yang beredar.

Kontroversi tentang peran korban

Pembunuhan Behasas memicu kontroversi tentang pekerjaannya di Rumah Sakit Nasional Suwayda.

Diberitakan bahwa Behasas merupakan salah satu elemen bersenjata dari faksi Druze lokal yang tidak dapat dikonfirmasi oleh Taakkad.

Baca Juga: Pemuka Druze di Suwayda Suriah Protes ke Damaskus, Syaikh Yusuf Jarbou dan Syaikh Hammoud Al Hanawi Merapat ke Barisan Syaikh Hikmat Al Hijri

Sementara itu, Dr Omar Obaid, kepala cabang Medical Syndicate di Suwayda mengatakan bahwa Behasas bukanlah seorang pejuang atau menyamar di rumah sakit, tetapi seorang insinyur sipil yang baru lulus yang secara sukarela bekerja di rumah sakit untuk menutupi kekurangan tenaga medis di sana.

Dr Obaid menjelaskan bahwa Behasas berpartisipasi dalam tugas ambulans dan mengorganisir pekerjaan lapangan di dalam rumah sakit karena meningkatkan jumlah korban terluka akibat bentrokan faksi militan Druze dan Badui di daerah itu.

Lebih lanjut, Dr Obaid juga menyerahkan bukti tertulis bahwa Behasas merupakan salah satu sukarelawan yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Sikap Pemerintah Suriah

Setelah rekaman CCTV tersebut beredar, Pemerintah Suriah lewat Kementerian Dalam Negeri merilis pernyataan resmi yang dipublikasikan lewat Sana News Agency.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Sana News Agency, Taakkad

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X