SENAYANPOST - Pemerintah Suriah lewat Kementerian Dalam Negeri mengutuk dan kecam keras insiden aparat keamanan yang geruduk Rumah Sakit Nasional di Suwayda.
Diketahui, video tersebut tertanggal 16 Juli 2025, terlihat aparat keamanan memasuki rumah sakit di Suwayda di tengah bentrokan antara militan Druze dan Badui di daerah tersebut.
Dalam video tersebut terlihat petugas medis dikumpulkan oleh aparat di sebuah ruangan.
Kemudian salah satu petugas medis mencoba melawan aparat dan akhirnya aparat mengeluarkan tembakan di rumah sakit.
Viralnya video tersebut membuat Kemendagri Suriah mengadakan investigasi terhadap insiden ini.
"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan ini, dan kami menegaskan bahwa para pelaku akan dimintai pertanggungjawaban dan diadili di pengadilan untuk menerima hukuman yang adil, terlepas dari afiliasi mereka," bunyi pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Suriah pada 11 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.
Kementerian menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri Anas Khattab telah menugaskan Asisten Urusan Keamanan Mayor Jenderal Abdul Qader Al Tahan untuk mengawasi langsung penyelidikan guna memastikan para pelaku diidentifikasi dan ditangkap secepat mungkin.
Sementara itu, akun X @suwayda24 menjelaskan kronologi insiden penggerudukan aparat keamanan ke dalam Rumah Sakit Nasional di Suwayda.
"Rekaman kamera pengawas dari Rumah Sakit Nasional di Suwayda, tertanggal 16 Juli 2025, mengungkap kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan resmi dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri setelah menyerbu rumah sakit melalui pintu masuk utama, bergerak melalui koridor dan departemen, mengumpulkan staf medis dan perawat, dan mengeksekusi salah satu dari mereka. Pasukan tersebut bergerak bebas di dalam koridor rumah sakit, merusak kamera pengawas," tulis akun X @suwayda24 pada 10 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com.
Dalam salah satu adegan, seorang tokoh terkemuka dari "Keamanan Dalam Negeri" terlihat jelas sedang memberikan instruksi kepada oknum-oknum berseragam militer di pintu masuk rumah sakit sebelum mereka menyerbu tempat tersebut dan mengumpulkan staf medis di bawah ancaman senjata di lobi rumah sakit.
"Orang yang sama, dengan perban medis di satu tangan, terlihat saat melakukan eksekusi lapangan terhadap Insinyur Mohammed Bahsas, salah satu relawan staf medis di Rumah Sakit Nasional di Suwayda. Ia dipukuli oleh oknum-oknum tersebut, terlibat perkelahian dengan salah satu dari mereka, dan kemudian ditembak langsung oleh dua oknum. Rekaman itu juga memperlihatkan rumah sakit yang dikepung oleh tank dan kendaraan lapis baja," lanjutnya.
Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Presiden Sementara Suriah Masih Masuk Daftar Teroris PBB, Ini yang Dilakukan oleh AS
Artikel Terkait
Suriah Bakal Gelar Pemilu Pemilihan Anggota Parlemen Pasca Jatuhnya Bashar Al Assad, Aktivis Demokrasi Khawatirkan soal Ini
Opini: Menilik Klaim Jihad HTS di Suriah, antara Ilusi Perlawanan dan Realitas Penindasan
Ahmad Al Sharaa Presiden Sementara Suriah Masih Masuk Daftar Teroris PBB, Ini yang Dilakukan oleh AS
Pemuka Druze di Suwayda Suriah Protes ke Damaskus, Syaikh Yusuf Jarbou dan Syaikh Hammoud Al Hanawi Merapat ke Barisan Syaikh Hikmat Al Hijri
Eks Dubes AS Akui Bantu Ahmad Al Sharaa alias Abu Muhammad Al Julani Rebranding dari Teroris Jadi Politikus Suriah