Al Azhar Kutuk Keras Upaya Israel Penjajah Duduki Jalur Gaza Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 16:03 WIB
Al Azhar Al Syarif kutuk keras rencana Israel penjajah untuk menduduki seluruhnya Jalur Gaza, Palestina belum lama ini. (X.com/@AlAzhar)
Al Azhar Al Syarif kutuk keras rencana Israel penjajah untuk menduduki seluruhnya Jalur Gaza, Palestina belum lama ini. (X.com/@AlAzhar)

SENAYANPOST - Al Azhar, institusi keislaman dunia kutuk keras upaya Israel penjajah untuk menduduki Jalur Gaza, Palestina.

Sebagaimana diketahui, santer wacana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambilalih Jalur Gaza sepenuhnya setelah perang yang berlangsung hampir 700 hari.

Lebih lanjut, Al Azhar menilai bahwa upaya Netanyahu untuk menduduki Gaza adalah usaha sia-sia yang akan menemui kegagalan.

"Al Azhar Al Syarif mengecam keputusan pendudukan (Israel) untuk merebut tanah Gaza. Sebuah noda memalukan dan langkah sia-sia yang hanya akan menuai kehancuran dan kerugian," tulis Al Azhar pada 9 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun X @AlAzhar.

Baca Juga: Netanyahu Klarifikasi, Tidak Ingin Ambil Alih Jalur Gaza Tapi Bebaskan Daerah Kantong dari Hamas

Keputusan Israel penjajah untuk menduduki Gaza adalah upaya sistematis untuk menghilangkan keberadaan Palestina dan rakyatnya.

"Keputusan pendudukan untuk merebut Gaza menunjukkan niat jahatnya untuk menghapus Palestina dari keberadaan dan menghapus landmark-landmarknya dari peta dunia," lanjutnya.

Diketahui, Netanyahu berniat memperpanjang perang karena salah satunya menghindari kasus korupsi yang melilitnya.

"Keputusan untuk menduduki Gaza adalah keputusan yang sia-sia dan upaya putus asa untuk memperpanjang perang, menghindari kegagalan demi kegagalan," jelasnya.

Oleh karena itu, Al Azhar mengecam keras rencana Israel penjajah untuk menduduki seluruhnya Jalur Gaza yang secara hukum adalah bagian dari negara Palestina.

Baca Juga: Human Rights Watch: Israel Penjajah Gunakan Bom Buatan AS untuk Serang Sekolah di Jalur Gaza

"Al Azhar Al Sharif mengecam sekeras-kerasnya keputusan pendudukan brutal untuk menduduki Jalur Gaza dan sepenuhnya merebut tanahnya, menegaskan bahwa keputusan yang tidak adil ini merupakan bukti tak terbantahkan bahwa pendudukan berusaha menghapus Palestina dari keberadaan, menghapus landmark-landmarknya dari peta dunia, dan menelan sisa-sisa tanahnya melalui kekuatan senjata dan terorisme," tegasnya.

Kemudian Al Azhar juga menyoroti lembaga-lembaga internasional yang dianggap 'tidak mampu' untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina, baik di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Sementara itu, rakyat Palestina di Tepi Barat menghadapi ancaman penggusuran ilegal oleh para pemukim ekstremis Zionis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @AlAzhar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X