SENAYANPOST - Al Azhar, institusi keislaman dunia kutuk keras upaya Israel penjajah untuk menduduki Jalur Gaza, Palestina.
Sebagaimana diketahui, santer wacana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambilalih Jalur Gaza sepenuhnya setelah perang yang berlangsung hampir 700 hari.
Lebih lanjut, Al Azhar menilai bahwa upaya Netanyahu untuk menduduki Gaza adalah usaha sia-sia yang akan menemui kegagalan.
"Al Azhar Al Syarif mengecam keputusan pendudukan (Israel) untuk merebut tanah Gaza. Sebuah noda memalukan dan langkah sia-sia yang hanya akan menuai kehancuran dan kerugian," tulis Al Azhar pada 9 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun X @AlAzhar.
Baca Juga: Netanyahu Klarifikasi, Tidak Ingin Ambil Alih Jalur Gaza Tapi Bebaskan Daerah Kantong dari Hamas
Keputusan Israel penjajah untuk menduduki Gaza adalah upaya sistematis untuk menghilangkan keberadaan Palestina dan rakyatnya.
"Keputusan pendudukan untuk merebut Gaza menunjukkan niat jahatnya untuk menghapus Palestina dari keberadaan dan menghapus landmark-landmarknya dari peta dunia," lanjutnya.
Diketahui, Netanyahu berniat memperpanjang perang karena salah satunya menghindari kasus korupsi yang melilitnya.
"Keputusan untuk menduduki Gaza adalah keputusan yang sia-sia dan upaya putus asa untuk memperpanjang perang, menghindari kegagalan demi kegagalan," jelasnya.
Oleh karena itu, Al Azhar mengecam keras rencana Israel penjajah untuk menduduki seluruhnya Jalur Gaza yang secara hukum adalah bagian dari negara Palestina.
Baca Juga: Human Rights Watch: Israel Penjajah Gunakan Bom Buatan AS untuk Serang Sekolah di Jalur Gaza
"Al Azhar Al Sharif mengecam sekeras-kerasnya keputusan pendudukan brutal untuk menduduki Jalur Gaza dan sepenuhnya merebut tanahnya, menegaskan bahwa keputusan yang tidak adil ini merupakan bukti tak terbantahkan bahwa pendudukan berusaha menghapus Palestina dari keberadaan, menghapus landmark-landmarknya dari peta dunia, dan menelan sisa-sisa tanahnya melalui kekuatan senjata dan terorisme," tegasnya.
Kemudian Al Azhar juga menyoroti lembaga-lembaga internasional yang dianggap 'tidak mampu' untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina, baik di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Sementara itu, rakyat Palestina di Tepi Barat menghadapi ancaman penggusuran ilegal oleh para pemukim ekstremis Zionis.
Artikel Terkait
Mantan Kepala Intelijen Israel Desak Netanyahu Hentikan Perang di Jalur Gaza, Sebut Hamas Bukan Lagi Ancaman Strategis Zionis
Netanyahu Bakal Ambil Alih Jalur Gaza, IDF Bimbang dan Nasib para Sandera Masih Tanda Tanya Besar
PBB Khawatir soal Rencana Israel Penjajah Ambil Alih Jalur Gaza, Sebut Bahayakan Sandera dan Masa Depan Negara Palestina
Human Rights Watch: Israel Penjajah Gunakan Bom Buatan AS untuk Serang Sekolah di Jalur Gaza
Netanyahu Klarifikasi, Tidak Ingin Ambil Alih Jalur Gaza Tapi Bebaskan Daerah Kantong dari Hamas