Presiden AS Donald Trump Desak Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata 60 Hari di Jalur Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 2 Juli 2025 | 20:19 WIB
Presiden AS Donald Trump mendesak Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. (X.com/@realDonaldTrump)
Presiden AS Donald Trump mendesak Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. (X.com/@realDonaldTrump)

Di lain pihak, Hamas menolak untuk meletakkan senjatanya.

Perang di Gaza dipicu ketika militan yang dipimpin Hamas menyerang Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut penghitungan Israel.

Kedua belah pihak tidak menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk mengalah dari posisi mereka yang mengakar.

Baca Juga: Menhan Israel Tuding Iran Langgar Gencatan Senjata, Kini Perintahkan Serangan Intensitas Tinggi ke Teheran

AS telah mengusulkan gencatan senjata selama 60 hari dan pembebasan setengah dari sandera dengan imbalan tahanan Palestina dan jenazah warga Palestina lainnya.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan awal minggu ini bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan selama 60 hari yang diusulkan AS, dan menyerahkan tanggung jawab kepada Hamas.

Trump dan para pembantunya tampaknya berusaha menggunakan momentum apa pun dari serangan AS dan Israel terhadap situs nuklir Iran, serta gencatan senjata yang terjadi minggu lalu dalam konflik itu, untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng dalam perang di Gaza.

Trump mengatakan kepada wartawan selama kunjungan ke Florida bahwa ia akan 'sangat tegas' dengan Netanyahu tentang perlunya gencatan senjata Gaza yang cepat sambil mencatat bahwa pemimpin Israel juga menginginkannya.

Baca Juga: Rusia Dukung Gencatan Senjata Iran dan Israel, Namun Ragukan Satu Hal Ini

"Kami berharap itu akan terjadi. Dan kami menantikan itu terjadi minggu depan," katanya kepada wartawan.

"Kami ingin mengeluarkan para sandera," tambahnya.

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan bahwa Israel pasca-Oktober Serangan militer Israel pada 7 Oktober telah menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina.

Serangan itu juga telah menyebabkan krisis kelaparan, menyebabkan seluruh penduduk Gaza mengungsi dan memicu tuduhan genosida di Mahkamah Internasional dan kejahatan perang di Mahkamah Kriminal Internasional.

Israel membantah tuduhan tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X