SENAYANPOST - Duta Besar Republik Islam Iran Mohamed Boroujerdi membacakan Surah Al Fil dari Al Qur’an, saat membuka konfrensi pers dengan sejumlah wartawan pada Selasa 17 Juni 2025 di kediaman resminya yang terletak di Jl Madiun No 01 kawasan Menteng Jakarta Pusat.
Surah Al Fil menceritakan kisah kehancuran Tentara Gajah yang dibawa oleh penguasa Abisinia Ethiopia bernama Abrahah proxy Romawi, setelah menguasai Yaman, ingin menghancurkan Ka’bah di kota Makkah. Kehancuran Tentara Gajah tersebut diakibatkan oleh batu kerikil dari neraka yang dinamakan Sijil dibawa oleh burung Ababil. Diumpamakan kehancuran Tentara Gajah seperti daun yang dimakan ulat.
Dubes Iran menggambarkan serangan balasan Iran ke Israel sebagai bentuk bela diri telah menghancurkan arogansi dan propaganda Israel.
“Menghentikan agresi tidak cukup dengan hanya kecaman. Iran tidak punya pilihan selain serangan balasan,” jelasnya.
Dubes Iran juga mengungkapkan salah satu propaganda Israel dan Amerika Serikat adalah menggunakan para oknum aktifis dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang meneriakkan hak asasi manusia (HAM) akan tetapi diam saat Israel membunuh anak-anak yang tidak berdosa di Iran.
“Momen pertempuran ini menjadi titik bersejarah yang memalukan bagi mereka yang selama ini mengaku membela HAM. Mereka tidak mengutuk Israel. Bahkan mereka mendukung Israel yang membunuh anak-anak di dunia,” tegasnya.
Dubes Iran menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis Indonesia yang menyampaikan kebenaran dan menyuarakan perdamaian serta mendukung Umat Islam.
“Saya menyampaikam apresiasi kepada insan pers di Indonesia, karena berpihak kepada yang benar serta menyuarakan perdamaian, supermasi hukum dan menyampaikan pemberitaan yang mendukung Umat Islam,”
Kementerian Kesehatan Iran pada Selasa 17 Juni 2025 memberitakan jumlah korban jiwa dalam serangan Israel atas Teheran ibukota Iran mencapai 227 orang dan 1.221 lainnya luka-luka. Sekitar 90 persen korban adalah perempuan dan anak-anak.