SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Hamas telah membebaskan enam warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza.
Sementara itu, Israel penjajah harus membebaskan lebih dari 600 tahanan warga Palestina sebagai gantinya.
Sebagaimana diketahui, keenam tahanan tersebut dibebaskan Hamas pada hari ke-35 gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Lebih lanjut, Hamas membebaskan keenam tahanan tersebut di tiga lokasi berbeda di Jalur Gaza.
Baca Juga: Pemimpin Arab Berkumpul di Riyadh, Antisipasi Rencana Presiden AS Donald Trump atas Jalur Gaza
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, Avera Mengistu, yang telah ditahan di Gaza sejak 2014, dan Tal Shoham dibebaskan di Rafah, sementara Omer Shem Tov, Eliya Cohen, dan Omer Wenkert diserahkan ke Palang Merah di kamp pengungsi Nuseirat.
Hisham al-Sayed, yang ditahan sejak 2015, dibebaskan tanpa upacara publik di Kota Gaza.
Seorang sumber dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, mengatakan keputusan untuk membebaskan Sayed - seorang warga negara Palestina di Israel, tanpa upacara dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada keluarganya yang berasal dari Palestina.
Sebagai gantinya, otoritas Israel akan membebaskan 620 tahanan Palestina, termasuk sekitar 150 orang yang menjalani hukuman penjara panjang atau seumur hidup dan 445 orang yang diambil dari Jalur Gaza selama invasi terakhir Israel.
Tahap pertama perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan selama 42 hari dimulai pada 19 Januari.
Tahap kedua dan ketiga bergantung pada penyelesaian tahap saat ini.
Namun, Israel telah menunda pembicaraan untuk tahap kedua, yang dijadwalkan dimulai pada 3 Februari, sehingga masa depan gencatan senjata menjadi tidak pasti.
Hamas telah menyatakan kesiapannya untuk membebaskan semua tawanan Israel yang tersisa dalam satu gelombang selama tahap kedua perjanjian, yang dijadwalkan dimulai pada 2 Maret.
Artikel Terkait
Hamas Serahkan 4 Tentara Israel yang Disandera dalam Kesepakatan Pertukaran Tawanan
Hamas Lakukan Pertukaran Tawanan dengan Israel: Bebaskan Tentara IDF, Termasuk Lima Warga Negara Thailand
Hamas Konfirmasi Gugurnya Komandan Mohammed Deif, Brigade Al Qassam: Selamat Tinggal Pemimpin Abu Khaled
Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas
Hamas Bantah Tudingan Netanyahu Terkait Jenazah Warga Israel Sheri Bibas Tertukar dengan Warga Palestina