Ahmad Al Sharaa Resmi Jadi Presiden Suriah Sementara, Pemilu Bakal Digelar 4 Tahun Lagi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 30 Januari 2025 | 18:02 WIB
Ahmad al Sharaa atau Abu Muhammad Al Julani resmi jadi presiden sementara Suriah setelah menggulingkan Bashar Al Assad. (X.com/@G_CSyria)
Ahmad al Sharaa atau Abu Muhammad Al Julani resmi jadi presiden sementara Suriah setelah menggulingkan Bashar Al Assad. (X.com/@G_CSyria)

SENAYANPOST - Ahmad al Sharaa atau sebelumnya dikenal Abu Muhammad Al Julani kini dilantik sebagai presiden sementara Suriah.

Pengumuman tersebut datang dari Damaskus pada 29 Januari 2025 setelah Ahmad al Sharaa resmi membubarkan faksi-faksi bersenjata yang dulu menggulingkan Bashar Al Assad.

Dalam kesempatan itu, Ahmad al Sharaa juga menangguhkan konstitusi, pembubaran parlemen dan faksi-faksi pemberontak.

Al Sharaa yang dulunya berafiliasi dengan Al Qaeda sebelumnya memimpin serangan ke ibu kota Suriah kurang dari dua bulan lalu menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad.

Baca Juga: SOHR: Pemerintah Suriah Eksekusi 35 Warga, Lima di Antaranya Kelompok Alawi

"Dia akan melaksanakan tugas kepresidenan Republik Arab Suriah dan mewakilinya di forum-forum internasional," kata Kolonel Hassan Abdel Ghani, juru bicara Komando Operasi Militer pada 29 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Jabatan itu dimaksudkan untuk periode sementara menuju transisi bagi negara tersebut.

Putaran pengumuman terbaru datang dari 'Konferensi Pengumuman Kemenangan Revolusi Suriah' di ibu kota, di hadapan kerumunan menteri sementara yang ditunjuk oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), faksi pemberontak yang dipimpin oleh Sharaa.

Sharaa mengatakan, HTS telah dibubarkan pada hari Rabu, demikian pula faksi pemberontak lainnya yang kini akan membentuk tentara nasional Suriah yang bersatu.

Baca Juga: Kementerian Pertahanan Suriah Tolak Usulan Kurdi Bentuk Blok Militer Sendiri

Komando Operasi Militer juga mengatakan bahwa Partai Baath Assad dan aparat keamanan negaranya, yang sangat ditakuti oleh warga Suriah selama beberapa dekade, juga dibubarkan.

Front Progresif Nasional, sebuah kelompok yang bersekutu dengan Partai Baath, juga ditutup, dan asetnya dialihkan ke negara.

Tidak ada partai politik yang bersahabat dengan pemerintahan Assad yang kini diizinkan untuk dibentuk kembali.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar Saudi Al-Arabiya bulan lalu, Sharaa mengatakan perlu waktu hingga empat tahun sebelum warga Suriah dapat memilih presiden mereka sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X