Kementerian Pertahanan Suriah Tolak Usulan Kurdi Bentuk Blok Militer Sendiri

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 20 Januari 2025 | 21:07 WIB
Kementerian Pertahanan Suriah menolak usulan SDF dari Kurdi untuk membuat blok militer sendiri belum lama ini. (X.com)
Kementerian Pertahanan Suriah menolak usulan SDF dari Kurdi untuk membuat blok militer sendiri belum lama ini. (X.com)

SENAYANPOST - Kementerian Pertahanan Suriah belum lama ini menolak usulan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari Kurdi untuk membuat blok militer sendiri.

Hal ini disampaikan langsung Menteri Pertahanan sementara Suriah, Murhaf Abu Qasra.

Menurut Abu Qasra, tidaklah tepat bagi pejuang Kurdi yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di timur laut Suriah itu mempertahankan blok terpisah mereka dalam angkatan bersenjata yang bersatu.

Lebih lanjut, Menhan sementara Suriah itu menuduh pimpinan pejuang Kurdi itu menunda-nunda menangani masalah yang rumit tersebut.

Baca Juga: Presiden Erdogan Sebut Pergantian Kekuasaan di Suriah Kemenangan Turki

SDF, yang telah menciptakan zona semi-otonom selama 14 tahun perang saudara, telah bernegosiasi dengan pemerintahan baru di Damaskus, yang dipimpin oleh kelompok-kelompok bersenjata yang menggulingkan Presiden Bashar Al Assad pada tanggal 8 Desember.

Komandan SDF Mazloum Abdi menyatakan bahwa salah satu tuntutan utama mereka adalah pemerintahan yang terdesentralisasi.

Dalam wawancara dengan saluran berita Asharq News milik Arab Saudi minggu lalu, ia menekankan bahwa SDF terbuka untuk berintegrasi dengan Kementerian Pertahanan, tetapi sebagai 'blok militer' dan tanpa pembubaran.

Abu Qasra menolak usulan tersebut pada hari Minggu.

Baca Juga: Turki Kecam Keras Prancis Bakal Siaga di Perbatasan Suriah, Hakan Fidan: Hal Ini Tidak Membawa Manfaat Nyata

"Kami katakan bahwa mereka akan memasuki Kementerian Pertahanan dalam hierarki Kementerian Pertahanan, dan didistribusikan secara militer, kami tidak mempermasalahkannya," kata Murhaf Abu Qasra pada 19 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

"Tetapi bagi mereka untuk tetap menjadi blok militer dalam Kementerian Pertahanan, blok seperti itu dalam lembaga besar tidaklah tepat," jelasnya.

Sejak menjabat, salah satu prioritas utama menteri adalah mengintegrasikan berbagai faksi anti-Assad di Suriah ke dalam struktur komando terpadu.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Adakan Pembicaraan dengan SDF di Tengah Bentrokan Sengit di Suriah Utara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X