466 Hari Genosida di Gaza: Kesepakatan Gencatan Senjata Makin Dekat, Mediator Serahkan Draf Akhir

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 14 Januari 2025 | 17:01 WIB
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas mencapai tahap akhir, mediator kabarnya sudah serahkan draf akhir. (Twitter.com/@UNRWA)
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas mencapai tahap akhir, mediator kabarnya sudah serahkan draf akhir. (Twitter.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Negosiasi gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas kabarnya sudah mencapai tahap akhir.

Belum lama ini, mediator telah menyerahkan draf akhir gencatan senjata di Gaza di tengah pembantaian yang terus berlangsung dan memasuki hari ke-466.

Sebelumnya, mediator mengabarkan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas ini telah mencapai 'kemajuan signifikan'.

"'Draf akhir' dikirim ke kedua belah pihak untuk disetujui setelah kemajuan signifikan dicapai pada tengah malam," kata seorang sumber yang mengetahui pada 13 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Baca Juga: Frustasi, Ayah Korban Penculikan Hamas di Gaza Ini Sebut Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang

Ini terjadi setelah pertemuan 'intensif' antara kepala Mossad David Barnea, kepala Shin Bet Ronen Bar, utusan Presiden terpilih AS Donald Trump Steve Witkoff, dan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

"Kemajuan yang baik telah dicapai dalam semalam tetapi kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari lagi. Para mediator telah menyampaikan rancangan perjanjian kepada kedua belah pihak dan 24 jam ke depan akan sangat penting," kata seorang pejabat Mesir.

Qadura Fares, yang bertanggung jawab atas berkas tahanan Palestina, mengatakan kepada Radio Al-Shams bahwa kunjungannya ke Doha bertujuan untuk meninjau daftar tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan dengan imbalan tawanan Israel.

Ia juga mengatakan sedang membahas perbaikan 'kondisi tahanan yang akan tetap berada di penjara Israel'.

Baca Juga: Hamas Ingin Gencatan Senjata Secepatnya di Gaza dengan Israel, Korban Syahid Hampir 46 Ribu Orang

Reuters mengutip seorang pejabat anonim yang mengonfirmasi bahwa draf akhir telah dikirim ke kedua belah pihak.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah mempertahankan pendiriannya yang menentang kesepakatan apa pun yang tidak akan memungkinkan kekalahan Hamas secara militer dan pembebasan semua tawanan Israel sekaligus, menyebut perjanjian yang muncul itu sebagai 'bencana'.

"Kami tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan penyerahan yang akan mencakup pembebasan teroris, menghentikan perang dan membubarkan pencapaiannya yang dibeli dengan banyak darah, dan menelantarkan banyak sandera Israel. Inilah saatnya untuk melanjutkan dengan segenap kekuatan kita, menduduki dan membersihkan seluruh Jalur (Gaza), akhirnya mengambil alih kendali bantuan kemanusiaan dari Hamas, dan membuka gerbang neraka di Gaza hingga Hamas menyerah sepenuhnya dan semua sandera dikembalikan," kata Smotrich.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Lagi-lagi Sabotase Gencatan Senjata di Gaza

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X