28 Desember: Kecelakaan Pesawat di Korea Selatan dan Belanda
Di Korea Selatan, sebuah pesawat Boeing 737-800 terbakar saat upaya pendaratan di Bandara Muan, menewaskan 179 orang, menurut petugas pemadam kebakaran.
Diduga penyebabnya adalah kegagalan roda pendaratan akibat pesawat bertabrakan dengan sekawanan burung.
Otoritas setempat melaporkan bahwa pesawat, ketika mencoba mendarat, menyimpang dari landasan pacu dan bertabrakan dengan dinding pagar di Bandara Muan, 288 kilometer barat daya Seoul.
Ada 181 orang di dalam pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Bangkok, termasuk 6 awak. Sebagian besar penumpangnya adalah orang Korea, kecuali dua penumpang asal Thailand.
Pada hari yang sama, sebuah Royal Dutch Airlines Boeing 737-800 menyimpang dari landasan pacu setelah mendarat di Bandara Oslo, di selatan ibu kota Norwegia, tanpa cedera di antara sekitar 182 penumpang di dalamnya.
29 Desember: Kecelakaan Pesawat di Emirate Ras Al Kheima
Sebuah pesawat ringan milik Klub Olahraga Udara Al Jazeera jatuh di laut lepas pantai Emirate Ras Al Kheima, dalam kecelakaan yang mengakibatkan kematian pilot dan rekannya.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil menyatakan dalam pernyataannya bahwa Sektor Investigasi Kecelakaan Udara Otoritas menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut, yang menunjukkan bahwa tim kerja dan otoritas yang berwenang terus melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
30 Desember: Kecelakaan Pesawat di Jerman
Dua orang terluka dalam jatuhnya pesawat kecil Cessna C-172 di kota Stuttgart, Jerman.
Pernyataan polisi Jerman mengatakan pada hari Senin bahwa pesawat tersebut memiliki mesin tunggal dan empat kursi, dan jatuh saat mendarat pada hari Minggu.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Bandara Stuttgart ditutup sementara untuk penerbangan setelah kecelakaan pesawat tersebut.