SENAYANPOST - Sekitar 22 warga Palestina menjadi korban bombardir Israel penjajah di wilayah Gaza Utara belum lama ini.
Setelah lebih dari 10 hari dikepung, Gaza Utara menjadi daerah paling terisolir di area kantong Palestina tersebut.
Diketahui, Israel mengebom Sekolah Dasar Abu Hussein di Kamp Jabalia yang terafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa -Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada 18 Oktober 2024.
"Pendudukan mengebom Sekolah Dasar Abu Hussein yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang menampung orang-orang yang mengungsi di kamp Jabalia, di utara Jalur Gaza," kantor berita WAFA sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari The Cradle pada 17 Oktober 2024.
Baca Juga: Hizbullah Akan Eskalasi Militer di Lebanon Usai Panggang 20 Tank Merkava
Di antara yang tewas terdapat anak-anak kecil, seperti yang terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial.
Tentara Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyerang sekelompok anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang diduga sedang bertemu di sekolah tersebut, dan merilis nama-nama 12 pejuang yang dikatakan tewas.
Melalui akun resminya di Telegram, militer mengatakan pihaknya menyerang dengan cara yang terarah dan tepat, yang mengenai banyak teroris ... yang beroperasi di kompleks komando dan kontrol di halaman sekolah Abu Hussein.
Militer Israel melakukan beberapa serangan mematikan lainnya di Gaza pada 17 Oktober.
Israel menargetkan tenda-tenda yang melindungi orang-orang terlantar di dekat sebuah sekolah di kota pusat Gaza, Deir al-Balah, pada Kamis pagi, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sejumlah lainnya.
Baca Juga: Israel Penjajah Klaim Bunuh Yahya Sinwar, Hamas Masih Bungkam
Pasukan Tel Aviv, di bawah apa yang disebut 'Rencana Jenderal', baru-baru ini melancarkan operasi untuk mengusir ratusan ribu warga Palestina yang masih tinggal di Gaza utara dan mengubah seluruh wilayah itu menjadi zona militer.
"Tujuannya adalah memberi penduduk yang tinggal di utara wilayah Netzarim tenggat waktu untuk pindah ke selatan jalur itu. Setelah tanggal ini, siapa pun yang akan tetap tinggal di utara akan dianggap musuh dan akan dibunuh," kata seorang tentara Israel yang ditempatkan di Gaza kepada surat kabar Haaretz minggu ini.
Serangan brutal Israel di Gaza, terutama di wilayah utara, masih terus berlangsung.
Artikel Terkait
AS Ultimatum Israel untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza, Paman Sam Ancam Putus Pasokan Senjata
Satu Tahun Lebih Genosida di Gaza, Kemanakah Otoritas Palestina?
Puluhan Organisasi Kemanusiaan Sebut Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza Utara
Netanyahu Klaim Israel Sukses Bunuh Yahya Sinwar: Ini Bukan Akhir Perang di Gaza
Netanyahu Kirim Pesan untuk Warga Gaza Usai Klaim Bunuh Yahya Sinwar