SENAYANPOST - Puluhan organisasi kemanusiaan menyebut Israel melakukan pembersihan etnis di Gaza Utara, Palestina belum lama ini.
Telah berlangsung lebih dari 10 hari pengepungan di Gaza Utara yang menyebabkan 400 ribu warga sipil terjebak di daerah tersebut.
Sebelumnya, pihak militer Israel meminta agar warga Gaza Utara untuk mengungsi ke selatan, namun sebagian besar memilih bertahan.
Bukan tanpa alasan, Israel penjajah tetap menargetkan warga sipil meskipun ada perintah untuk evakuasi.
Baca Juga: Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas
Para perwira dan analis Israel telah menyatakan bahwa militer sedang melaksanakan rencana kontroversial, yang dikenal sebagai 'Rencana Jenderal', untuk membersihkan Gaza Utara secara etnis atau membuat kelaparan dan membunuh mereka yang masih tertinggal.
Hal ini terjadi meskipun Israel mengklaim bahwa Hamas telah dikalahkan di utara.
Sejak dimulainya operasi, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 350 warga Palestina, termasuk 65 orang dalam 24 jam terakhir, menurut kementerian kesehatan Palestina.
Sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 38 kelompok bantuan menuduh tentara Israel melakukan pemindahan paksa dengan kedok perintah 'evakuasi'.
Organisasi-organisasi, termasuk ActionAid, Action For Humanity, Oxfam, Medical Aid for Palestinians (Map), Islamic Relief, Christian Aid, dan badan amal Inggris dan internasional lainnya, memperingatkan terhadap tindakan-tindakan yang memperburuk pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Baca Juga: Satu Tahun Lebih Genosida di Gaza, Kemanakah Otoritas Palestina?
Kelompok-kelompok bantuan tersebut mengatakan Israel sebagian besar telah mengabaikan beberapa perintah yang mengikat secara hukum dari Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menghentikan atau mencegah tindakan-tindakan terhadap warga Palestina yang dapat dianggap sebagai genosida.
Tindakan-tindakan ini termasuk membunuh anggota kelompok, menyebabkan kerusakan fisik atau mental yang serius pada anggota kelompok, dengan sengaja memberikan kondisi kehidupan pada kelompok tersebut yang dimaksudkan untuk menyebabkan kehancuran fisiknya secara keseluruhan atau sebagian, dan memberlakukan tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dalam kelompok tersebut.
"Tidak ada bukti bahwa Israel telah mematuhi perintah ini, dan pembunuhan warga Palestina justru semakin meningkat," demikian bunyi pernyataan resmi dari organisasi kemanusiaan pada 16 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Artikel Terkait
Tidak Hanya Fatah, Faisal Assegaf Sebut Pemerintah Indonesia Harus Buka Hubungan dengan Hamas: Jangan Takut Amerika dan Israel
Israel Penjajah Kepung Kamp Jabalia di Gaza Utara, 400 Ribu Warga Terjebak
Biadab! Israel Penjajah Serang RS Syuhada Al Aqsa hingga Bakar Hidup-hidup Warga Palestina
AS Ultimatum Israel untuk Atasi Krisis Kemanusiaan di Gaza, Paman Sam Ancam Putus Pasokan Senjata
Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas