SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengirim ultimatum kepada Israel penjajah untuk segera menyelesaikan krisis kemanusiaan di Gaza.
Pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza telah memasuki hari ke-376.
Jika Israel tidak bisa memenuhi hal tersebut, negara tersebut terancam tidak akan mendapat pasokan senjata dari AS.
Dalam surat hari Minggu kepada Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menyesalkan bahwa beberapa bulan terakhir telah terjadi penurunan signifikan dalam jumlah bantuan yang masuk ke Gaza.
Baca Juga: Hizbullah Lebanon, Gambaran Mental Diktator Bangsa Arab
Para pejabat tinggi AS mengatakan perkembangan tersebut mempertanyakan komitmen Israel untuk tidak membatasi masuknya bantuan ke Gaza dan bahwa Israel menggunakan senjata AS sesuai dengan hukum internasional.
Komitmen tertulis itu diberikan Maret lalu untuk memastikan kepatuhan Israel terhadap Memorandum Keamanan Nasional (NSM) yang dikeluarkan oleh Biden pada bulan Februari.
Memo tersebut berlaku untuk semua penerima bantuan keamanan AS.
Surat itu dikirim hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS tanggal 5 November, tetapi batas waktunya pada tanggal 13 November secara tidak langsung akan mengurangi sebagian dampak politik.
Mengingat Presiden AS Joe Biden akan menjadi orang yang tidak berdaya ketika memutuskan apakah Israel telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan terhadap NSM.
Baca Juga: Pengamat: Gegara Ini, Dunia Barat Sebar Kebohongan soal 'Perpecahan Sunni dan Syiah'
Seorang pejabat Israel di Washington kemudian mengatakan bahwa Yerusalem sedang meninjau NSM tersebut.
"Israel menanggapi masalah ini dengan serius dan bermaksud untuk membahas masalah yang diangkat dalam surat ini dengan rekan-rekan Amerika kami," kata pejabat itu pada 15 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Sementara Israel menerapkan serangkaian ketentuan untuk meningkatkan aliran bantuan ke Gaza setelah berjanji untuk melakukannya pada musim semi.
Artikel Terkait
TNI Konfirmasi 2 Prajurit Bertugas di UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Israel, Begini Kondisinya
Terang-terangan, Zionis Ingin Caplok Suriah hingga Arab Saudi Bentuk Israel Raya
Tidak Hanya Fatah, Faisal Assegaf Sebut Pemerintah Indonesia Harus Buka Hubungan dengan Hamas: Jangan Takut Amerika dan Israel
Israel Penjajah Kepung Kamp Jabalia di Gaza Utara, 400 Ribu Warga Terjebak
Biadab! Israel Penjajah Serang RS Syuhada Al Aqsa hingga Bakar Hidup-hidup Warga Palestina