SENAYANPOST - Dua prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL dikabarkan mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel di Naqoura, Lebanon Selatan.
Atas insiden ini, Indonesia mengutuk keras tindakan Israel yang berada di daerah blue line Lebanon tersebut.
Sebagai tambahan informasi, blue line adalah area perbatasan antara Lebanon dan Israel yang dijaga oleh UNIFIL.
Indonesia telah menyampaikan kecaman kerasnya ini melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Baca Juga: Sentil PM Israel Benjamin Netanyahu, Prabowo Subianto Sebut Ada Pemimpin Negara Yang Tidak Arif
"Indonesia mengutuk keras serangan tersebut. Serangan terhadap personel dan properti PBB, merupakan sebuah pelanggaran besar International Humanitarian Law dan juga Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1701," kata Retno Marsudi pada 11 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Menlu Retno menegaskan bahwa pasukan UNIFIL diturunkan untuk menjaga stabilitas dan pemulihan yang sebelumnya daerah konflik.
"Kehadiran pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan untuk mendukung pemulihan stabilitas di bawah mandat Dewan Keamanan," jelasnya.
Serangan ke markas UNIFIL tersebut merupakan teror yang nyata terhadap pasukan penjaga perdamaian dan masyarakat internasional.
"Serangan merupakan upaya teror Israel kepada pasukan penjaga perdamaian dan masyarakat internasional," tegasnya.
Baca Juga: Temui Pangeran MBS, Menlu Iran Bahas Penyelesaian Perang
Dalam kesempatan itu, Retno menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan mandat PBB untuk menjaga perdamaian dunia.
"Indonesia menegaskan bahwa mereka yang teguh pada prinsip perdamaian tidak akan pernah gentar," tambahnya.
Retno juga mendesak agar Dewan Keamanan PBB ambil langkah konkret agar konflik tidak meluas di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Fantastis! Bantuan Militer AS ke Israel Capai Rp278,5 Triliun
Peringatan 1 Tahun Operasi Badai Al Aqsa, Abu Ubaidah Ungkap Nasib Warga Israel yang Disandera
Hubungan AS dan Israel Merenggang, Presiden Joe Biden Sempat Sebut Netanyahu 'Pembohong Besar'
Eks Kepala Keamanan Israel Sangsi Netanyahu Bakal Menang di Gaza dan Lebanon
Sentil PM Israel Benjamin Netanyahu, Prabowo Subianto Sebut Ada Pemimpin Negara Yang Tidak Arif