2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 12:32 WIB
Dua prajurit UNIFIL yang diketahui anggota TNI jadi korban serangan Israel di Lebanon Selatan, begini kata Menlu Retno Marsudi. (UNIFIL)
Dua prajurit UNIFIL yang diketahui anggota TNI jadi korban serangan Israel di Lebanon Selatan, begini kata Menlu Retno Marsudi. (UNIFIL)

SENAYANPOST - Dua prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL dikabarkan mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel di Naqoura, Lebanon Selatan.

Atas insiden ini, Indonesia mengutuk keras tindakan Israel yang berada di daerah blue line Lebanon tersebut.

Sebagai tambahan informasi, blue line adalah area perbatasan antara Lebanon dan Israel yang dijaga oleh UNIFIL.

Indonesia telah menyampaikan kecaman kerasnya ini melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Baca Juga: Sentil PM Israel Benjamin Netanyahu, Prabowo Subianto Sebut Ada Pemimpin Negara Yang Tidak Arif

"Indonesia mengutuk keras serangan tersebut. Serangan terhadap personel dan properti PBB, merupakan sebuah pelanggaran besar International Humanitarian Law dan juga Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 1701," kata Retno Marsudi pada 11 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Menlu Retno menegaskan bahwa pasukan UNIFIL diturunkan untuk menjaga stabilitas dan pemulihan yang sebelumnya daerah konflik.

"Kehadiran pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan untuk mendukung pemulihan stabilitas di bawah mandat Dewan Keamanan," jelasnya.

Serangan ke markas UNIFIL tersebut merupakan teror yang nyata terhadap pasukan penjaga perdamaian dan masyarakat internasional.

"Serangan merupakan upaya teror Israel kepada pasukan penjaga perdamaian dan masyarakat internasional," tegasnya.

Baca Juga: Temui Pangeran MBS, Menlu Iran Bahas Penyelesaian Perang

Dalam kesempatan itu, Retno menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan mandat PBB untuk menjaga perdamaian dunia.

"Indonesia menegaskan bahwa mereka yang teguh pada prinsip perdamaian tidak akan pernah gentar," tambahnya.

Retno juga mendesak agar Dewan Keamanan PBB ambil langkah konkret agar konflik tidak meluas di Timur Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara, UNIFIL

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X