SENAYANPOST - Serangan rudal balistik Iran pada 1 Oktober menurut laporan telah merepotkan pertahanan udara Israel.
Meskipun menimbulkan kerusakan terbatas, tetap kiriman rudal balistik tersebut membuat sekitar 10 juta warga Israel berlindung di bunker.
Laporan ini disampaikan oleh Wall Street Journal (WSJ) pada 6 Oktober 2024.
Diketahui, usai serangan rudal tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan membalas serangan tersebut.
Menurut analisis WSJ, serangan tersebut dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius jika menargetkan infrastruktur sipil atau daerah pemukiman yang padat penduduk.
Sebagaimana diketahui, Iran menembakkan sedikitnya 180 rudal balistik ke Israel pada 1 Oktober sebagai tanggapan atas serangkaian agresi yang dilakukan oleh Israel, termasuk pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli, sekretaris jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah pada bulan September, dan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan.
Serangan Iran terhadap Israel tidak menyebabkan korban jiwa tetapi menunjukkan kemampuan rudal canggih Iran dan menyebabkan kerusakan besar pada tiga pangkalan udara Israel.
Israel kini dilaporkan tengah bersiap untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, kemungkinan termasuk serangan terhadap infrastruktur minyak atau nuklirnya, dengan bantuan AS.
Baca Juga: Bagaimana Israel Respons Serangan Iran? Ini Kata Pengamat
Teheran, pada gilirannya, mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan kilang minyak Israel jika Israel meneruskan serangan tersebut.
WSJ melaporkan bahwa, tidak seperti serangan sebelumnya pada bulan April.
"Ketika Iran menembakkan sejumlah besar rudal jelajah dan pesawat nirawak yang lebih lambat, rentetan serangan pada hari Selasa hanya terdiri dari sekitar 180 rudal balistik yang jauh lebih cepat, salah satu serangan terbesar dalam sejarah peperangan. Para analis mengatakan bahwa sebagian besar proyektil ini adalah rudal balistik Iran yang paling modern, Fattah-1 dan Kheibar Shekan," tulis laporan tersebut pada 6 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
"Semakin cepat rudal, semakin sulit untuk mencegatnya, itu fisika sederhana," kata Ulrich Kühn, kepala penelitian untuk pengendalian senjata di Institut Penelitian Perdamaian dan Kebijakan Keamanan di Hamburg, Jerman.
Artikel Terkait
Gerakan Hamas Puji Serangan Rudal Balistik Iran ke Israel
Setelah Serang Israel, Iran Nyatakan Serangannya Sesuai Piagam PBB
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Pangkalan Udara Nevatim Israel Usai Dihantam Rudal Balistik Iran
Bagaimana Israel Respons Serangan Iran? Ini Kata Pengamat
Momen Langka, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Sampaikan Khutbah Salat Jumat: Saatnya Umat Islam Bersatu