SENAYANPOST – Perang antara Hamas dengan Israel yang saat ini mulai berkembang melawan Hizbullah di Lebanon dan Hautsi di Yaman mengakibatkan perekonomian Israel memburuk.
Serangan roket Hizbullah dari Lebanon dan Hamas dari Jalur Gaza Palestina telah mulai berkurang.
“Roket-roket dari Lebanon dan Gaza mulai berkurang,” jelas koresponden Senayan Post di Tel Aviv ibukota Israel.
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Israel saat ini adalah kenaikan harga dan semakin minimnya kebutuhan pokok.
“Walau demikian harga-harga kebutuhan pokok semakin meningkat tidak terkendali,” ungkapnya.
Nilai inflasi di Israel mengalami peningkatan hingga 3,5 persen per Juli 2024 lalu. Kenaikan harga paling besar adalah makanan dan sayuran yang mencapai 13,2 persen, BBM 5,9 persen dan pakaian 4,2 persen.
Adapun nilai tukar mata uang Shekel Israel mengalami penurunan dari 3,6 ILS untuk 1,0 USD pada awal September 2024 lalu menjadi 3,7 ILS untuk 1,0 USD pada pertengahan September 2024 ini. (Muqoddas).