SENAYANPOST - Pendudukan tentara Israel di Jalur Gaza masuki hari ke-317 terhitung sejak 7 Oktober 2024.
Tentara Israel masih membombardir Jalur Gaza, daerah yang dihuni warga sipil sebanyak 2,3 juta orang.
Hal ini makin memperjelas niat Israel untuk membersihkan etnis sekaligus genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Sementara itu, negosiasi gencatan senjata masih dilakukan oleh para mediator dari Mesir, Qatar dan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Hamas Bantah Tudingan Israel Penjajah Terkait Pembantaian di Sekolah Al Tabiin Gaza
Hamas yang mewakili gerakan Perlawanan Palestina bersikeras dan mendesak Israel agar segera mengimplementasikan kesepakatan gencatan senjata yang awalnya diusulkan oleh Presiden Joe Biden.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, di Jalur Gaza dari Sabtu hingga Minggu pagi tercatat pembunuhan Israel yang terus berlanjut terhadap beberapa warga Palestina di berbagai lokasi.
Jenazah seorang wanita dan enam anaknya tiba di Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa, setelah tewas dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di Haker Al Jama'a di Deir Al Balah.
Demikian pula, empat syuhada lainnya, juga termasuk seorang wanita, dilaporkan tewas, dan tiga lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Al Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.
Baca Juga: Israel Penjajah Klaim Tewaskan 19 Teroris di Sekolah Al Tabiin, 100 Orang Lebih Warga Gaza Syahid
Pengeboman pendudukan Israel di wilayah tengah Jalur Gaza semakin intensif sejak kemarin setelah pasukan pendudukan Israel menyebarkan selebaran yang mendesak warga Palestina di wilayah itu untuk pergi, mempersiapkan operasi militer, sehingga mengurangi wilayah yang awalnya diklaim 'aman'.
Dalam konteks ini, koresponden Al Mayadeen menyatakan bahwa orang-orang yang mengungsi menghadapi kondisi yang sangat buruk setelah UNRWA mengonfirmasi bahwa pendudukan telah mengurangi 'zona aman' di Jalur Gaza menjadi hanya 11 persen.
Terkonfirmasi juga bahwa empat orang martir tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap rumah keluarga Masbah di Abasan Al Kabira, sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan.
Di Khan Younis, wartawan melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menggunakan bahan peledak dan bom barel dalam pemboman mereka di Kota Hamed dalam beberapa jam terakhir.
Artikel Terkait
AS Ingatkan Negara G7 Serangan Hizbullah dan Iran ke Israel: Terjadi dalam 24 atau 48 Jam ke Depan
Pengamat Sebut Poros Perlawanan Rencanakan Serangan Balasan Serentak ke Israel Penjajah
Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza
Israel Penjajah Klaim Tewaskan 19 Teroris di Sekolah Al Tabiin, 100 Orang Lebih Warga Gaza Syahid
Hamas Bantah Tudingan Israel Penjajah Terkait Pembantaian di Sekolah Al Tabiin Gaza