Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Pembunuhan Ismail Haniyeh, Jokowi: Tidak Bisa Ditoleransi
Misyal telah menjadi tokoh utama di puncak Hamas sejak akhir tahun 1990-an, meskipun ia sebagian besar bekerja dari tempat yang relatif aman di pengasingan saat Israel berencana untuk membunuh tokoh-tokoh Hamas terkemuka lainnya yang tinggal di Jalur Gaza.
Setelah Yassin yang duduk di kursi roda syahid dalam serangan udara Maret 2004, Israel membunuh penggantinya Abdel Aziz Al-Rantissi di Gaza sebulan kemudian, dan Misyal mengambil alih kepemimpinan Hamas secara keseluruhan.
Seperti para pemimpin Hamas lainnya, Misyal telah bergulat dengan isu kritis apakah akan mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis terhadap Israel dalam upaya mencapai negara Palestina, piagam Hamas tahun 1988 menyerukan penghancuran Israel atau terus berjuang.
Sikapnya Melunak terhadap Israel
Misyal menolak gagasan perjanjian damai permanen dengan Israel tetapi mengatakan bahwa Hamas, yang pada tahun 1990-an dan 2000-an mengirim pelaku bom bunuh diri ke Israel, dapat menerima negara Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur sebagai solusi sementara dengan imbalan gencatan senjata jangka panjang.
Baca Juga: Profil Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas yang Jadi Target Pembunuhan di Iran
Serangan pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang dipimpin Hamas dari Gaza, yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan penculikan lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel, memperjelas prioritas kelompok Perlawanan Palestina tersebut.
Israel sejauh ini membalas dengan serangan udara dan invasi ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina, dengan melakukan kampanye untuk membasmi Hamas yang telah menghancurkan sebagian besar daerah kantong pantai yang padat penduduk itu.***
Artikel Terkait
Presiden Mahmoud Abbas Kutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh, Sebut Tindakan Pengecut
Brigade Al Qassam soal Pembunuhan Ismail Haniyeh: Kecerobohan Zionis Israel Harus Diakhiri
Profil Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas yang Jadi Target Pembunuhan di Iran
Presiden Palestina Umumkan Hari Berkabung Nasional Hormati Gugurnya Pimpinan Hamas
Indonesia Kecam Keras Pembunuhan Ismail Haniyeh, Jokowi: Tidak Bisa Ditoleransi